Pariwisata Menjadi Industri Primadona di Indonesia

 

BANDUNG – Perkembangan dunia pariwisata sangat menjanjikan, baik dari sisi pengembangan karier maupun penerimaan negara. Meskipun krisis global terjadi beberapa kali, jumlah perjalanan wisatawan internasional tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif.

"Industri pariwisata jadi primadona di Indonesia. Menjadi favorit karena tidak akan habis bahkan makin berkembang. Karena itu dibutuhkan tenaga-tenaga kepariwisataan yang kompeten di bidangnya," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur, memberikan ceramah pada wisuda di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Senin (13/03/2017), sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi menpan.go.id.

Untuk itu, Menteri Asman mengatakan, kehadiran para alumni STP Bandung menjadi sangat penting dan strategis dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata, menjadikan pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan infrastruktur.

Hal ini diamini Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dirinya mengatakan, untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa, dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah.

Selama ini, sektor pariwisata Indonesia telah menyumbangkan 10 persen PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8 persen dengan tren kenaikan sampai 6,9 persen. Angka pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi daripada industri agrikultura, manufaktur otomotif, dan pertambangan.

Disamping itu, devisa dari sektor pariwisata telah menghasilkan PDB sebesar USD 1,7 Juta atau 170 persen, tertinggi dibanding industri lainnya. Sektor pariwisata berada pada peringkat ke-4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3 persen dibandingkan industri lainnya. Sedangkan dari aspek tenaga kerja, maka dapat dilihat sektor pariwisata telah membuka bagi 9,8 juta lapangan pekerjaan atau sebesar 8,4 persen secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri.

Peningkatan sektor pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu terus dibangun dan dikembangkan. Berbagai hambatan dan tantangan dalam pengembangan pariwisata Indonesia yang sering ditemui, harus dapat diminimalisasi.

Sebagai alumni STP Bandung yang memang memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidang kepariwisataan, dipandang memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia, baik lokal, nasional, regional, maupun internasional. Menteri Asman berharap tidak hanya di sektor pariwisata yang dapat ditingkatkan kompetensinya, namun juga di sektor lain sehingga Indonesia dapat mencetak SDM yang berkualitas.

"Jangan cuma mengirim pembantu saja, tapi Indonesia juga harus buktikan dengan mengirim tenaga profesional," imbuh Menteri PANRB Asman Abnur.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengimbuhkan, bangsa Indonesia harus hebat di luar negeri.(rr/arl/HUMAS MENPANRB/bnc)