Tinjau Ulang Aturan yang Ganggu Investasi

 

BATAM – Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Luhut Binsar Panjaitan berharap semua pihak bisa bekerjasama untuk menyelesaikan segala masalah investasi dengan mencari solusi terbaik. Sehingga solusi yang dihasilkan memberi kepercayaan kepada investor.

"Apabila ada peraturan yang menghambat maka bisa diubah," kata Luhut saat kunjungan kerjanya ke Batam, Kepulauan Riau, Jumat (10/03/2017), sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id, Sabtu (11/03/2017).

Pada kunjungan kali ini, Luhut ditemani Gubernur H Nurdin Basirun meninjau sejumlah kawasan investasi. Tampak juga dalam rombongan Luhut Men PAN dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Wakil Menteri ESDM Archandra. Tampak hadir juga Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian, Wakapolda Kepri.

Luhut mendengar banyak pengusaha Batam yang mengeluh sejumlah kebijakan terkait investasi di Batam khususnya. Seperti Jamin Hidayat dari Bintan, Ketua Kadin Kepri Makruf Maulana, Ketua Apindo Kepri Cahya dan Ketua INSA Suparno. Menurut Luhut, keluhan para pengusaha adalah masalah. Semuanya harus diselesaikan satu persatu. Setiap masalah harus segera dicarikan solusinya.

"Kalau kita identifikasi satu satu, pasti selesai masalahnya," kata Luhut.

Dalam kunjungan ke Batam, Luhut sempat meninjau kawasan industri Kabil, Batam Digital Park dan meninjau Pulau Tolop. Luhut ke Pulau Tolop menggunakan helikopter dari Bandara Hang Nadim. Di helikopter, Luhut terbang bersama Gubernur Nurdin, Asman Abnur dan Archandra.

Luhut menegaskan, tak ada pikiran mau menyewakan Pulau Tolop. Menurut dia, peninjauan itu untuk melihat area lego jangar. Dia ingin soal lego jangkar ini dikelola dengan baik.

Selain itu, Gubernur Nurdin berharap kehadiran Luhut dapat kembali menghidupkan lagi gairah investasi di Batam dan Kepri. Nurdin pun mendukung apa yang disampaikan Luhut bahwa aturan dan kebijakan yang menghambat harus ditinjau ulang.

"Kami hanya ingin investasi di Kepri terus tumbuh. Investasi yang sudah ada semakin berkembang, investasi yang baru terus masuk," kata Nurdin.

Menurut Nurdin, Presiden Jokowi menginginkan kemudahan investasi di negeri ini lebih baik lagi. Terhadap setiap masalah, seperti disampaikan Luhut, bisa diselesaikan dengan solusi terbaik.

Terlepas dari itu, Nurdin selalu menekankan kepada jajarannya untuk selalu memberi kemudahan terhadap investasi. Jangan pula keinginan mereka untuk menanamkan investasi menjadi tertunda karena kebijakan dan pelayanan yang diberikan. Menurut Gubernur, potensi investasi di Kepri cukup besar. Gubernur ingin semua pemangku melepaskan ego sektoralnya.

"Kalau kita bahu membahu tak ada persoalan yang tak selesai," kata Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan kepada semua instansi di Kepri untuk saling berkoordinasi jika mengeluarkan kebijakan. Termasuk juga koordinasi dengan aparat keamanan. Jangan sampai satu kebijakan membuat gaduh dan berdampak pada citra investasi di Kepri.

Menteri Asman Abnur ikut menyampaikan soal upaya mempermudah perizinan. Kementeriannya merencanakan Batam, Jakarta dan Surabaya menjadi contoh Mall Pelayanan Publik. Di sini, saat perizinan tak ada lagi berhadapan dengan masing masing instansi.

Sementara itu, Archandra menyebutkan pemerintah juga sangat mendukung investasi dari investor selama itu bisa memberikan keuntungan dengan memiliki teknologi yang bagus.(bnc)