Saat Bertugas, Satpol PP Diminta Tak Sakiti Masyarakat

 

KUPANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja ke-67 (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) ke-55 berlangsung baru-baru ini. Pemerintah berpesan, para personel lapangan ini tak menyakiti masyarakat saat bertugas melaksanakan amanat peraturan daerah (Perda).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memimpin langsung upacara peringatan HUT tersebut di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia sendiri yang menyampaikan hal tersebut di hadapan ratusan anggota Satpol PP dan Linmas dari 34 provinsi.

“Satpol PP merupakan bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, tugas anda (Satpol PP) jangan menyakiti hati masyarakat. Lakukan penegakan dan ketertiban aturan yang ada dengan bijak dan ramah. Sekali lagi dengan tersenyum,” kata Mendagri Tjahjo dalam sambutannya di upacara tersebut, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id, Rabu (08/03/2017).

Menurut dia, dalam menegakkan perda, Satpol PP harus mendahulukan dialog kepada masyarakat. Hal tersebut pun dilakukan secara humanis dan ramah. Dengan begitu, mereka bisa mengerti apa yang diinginkan pemerintah daerah (Pemda) dalam rangka mematuhi peraturan.

“Ini harus disampaikan kepada masyarakat dan dengan tetap memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur dia.

Satpol PP ini, kata Tjahjo juga bagian dari masyarakat. Ia ingin para petugas penegak perda ini dapat memberikan pelayanan terbaiknya di lingkungan publik. Ini tentu demi menjaga ketertiban umum dan ketenteraman di masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Di sisi lain, Satpol PP bersama jajaran kepolisian dan TNI serta tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya juga harus bersama-sama mengantisipasi ancaman, gangguan, dan halangan yang terdapat di masyarakat,” ujar Mendagri.

Artinya, mereka harus paham dan mengenal betul gelagat dinamika sosial yang terjadi. Dengan begitu, pemerintah dapat melakukan langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi suatu hal agar dampaknya nanti tidak terlalu besar dirasakan masyarakat.

“Kepada Satpol PP khususnya, mari kita tingkatkan disiplin dan kinerja dengan baik bersama unsur-unsur pendukung lainnya seperti kepolisian, untuk menjaga ketertiban dan stabilitas di daerah. Ini perintah yang harus saya sampaikan terkait dengan peringatan ulang tahun Satpol PP dan Satlinmas,” tutur dia.

Tjahjo juga memberikan apresiasi kepada jajaran Satpol PP yang telah menjalankan tugas dengan baik dalam menjaga ketertiban Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 15 Februari kemarin. Ada 101 daerah, dengan rincian 7 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten, berjalan kondusif.

Menurut Tjahjo, Satpol PP telah berpatroli, mengamankan aset, membantu menertibkan alat peraga dan alat kampanye pasangan calon, serta siaga menjaga ketenteraman dan ketertiban. Tentunya ini juga atas koordinasi serta kerjasama dengan pihak pengamanan terkait, TNI/Polri.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada mereka (Satpol PP) yang telah bertugas dengan sangat baik, tentu juga bekerja sama dengan pihak keamanan setempat,” ucap Tjahjo.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga mengutarakan harapannya agar kualitas Satpol PP bisa terus ditingkatkan. Makanya di Mei 2017, ia katakan, akan ada pelatihan dan pendidikan kepada para personel tersebut. Dimana, lokasinya akan dipusatkan di Jatinangor, Jawa Barat, dan Rokan Hulu, Riau.

“Peningkatan kualitas Satpol PP di daerah ini tetap akan bekerja sama dengan masing-masing polres dan polda,” tutur dia.

Mendagri juga berharap kepala daerah mendukung pengembangan Pusdiklat Satpol PP dengan menyediakan anggaran serta kesiapan aparaturnya untuk dilatih dan dididik jadi polisi pamong praja andal, berwawasan luas, serta mampu menjalankan tugas dan kewajibannya.

Dengan demikian, menurut dia, Satpol PP tidak bakal menjadi sosok yang menakutkan bagi masyarakat.

“Seorang Satpol PP hendaknya terus menjaga kehormatannya serta tidak lupa agar selalu terus melindungi masyarakat tempat ia ditugaskan,” pungkasnya.

Sementara itu, seusai acara, Mendagri menyalami seluruh peserta upacara sekitar 2000 peserta, mulai dari korps musik Satpol PP dari Kalsel, TNI, Polri, Tagana, SAR, Satuan Damkar, Dinas Perhubungan, Sipir Lapas, dan Satpol seluruh Indonesia.

Hadir pula dalam kegiatan bertema Peningkatan peran Satpol PP dan Satlinmas dalam menjaga kemajemukan masyarakat di daerah itu, yakni Dirjen Administrasi Kewilayahan Kemendagri Eko Subowo, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Bupati dan Wali Kota se-NTT, dan sekitar 600 anggota Satpol PP dari 34 provinsi.(puspen humas kemendagri/bnc)