Bangun Daya Saing Ekonomi

SAMARINDA – Tanpa ada aktivitas ekonomi, maka pemerintah tidak akan memiliki dana (anggaran) karena tidak ada pajak atau retribusi yang diperoleh. Demikian halnya masyarakat, tidak ada penghasilan, sebab tidak terbuka lapangan usaha maupun kesempatan kerja untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.

“Karenanya, pemerintah harus hadir bahkan wajib membangun daya saing ekonomi daerah,” kata Sekretaris Provinsi Kaltim, Rusmadi, baru-baru ini sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id, Rabu (01/03/2017)

Menurut dia, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan mayarakat dengan terus berupaya menciptakan iklim dan daya saing ekonomi yang tinggi. Misalnya, jajaran aparatur pemerintah melalui instansi terkait terus mendorong optimalisasi kinerja organisasi dalam pembinaan sektor ekonomi guna peningkatan produksi.

Upaya yang dilakukan pemerintah harus memberi imbas semakin menggeliatnya ekonomi daerah baik sektor tambang dan migas bahkan pertanian dalam arti luas.

Rusmadi meyakini optimalisasi kinerja dan produksi mampu meningkatkan pendapatan dan daya saing daerah utamanya kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. Terpenting ujarnya, pemerintah sudah memaksimalkan kinerja dengan mendorong optimalisasi produksi baik sektor batubara, migas maupun komoditas pertanian seperti ekspor crude palm oil (CPO/minyak mentah kelapa sawit).

Namun demikian lanjutnya, perlu ada keseimbangan (balancing) antara pendapatan dengan pengeluaran dengan melakukan efesiensi.

“Dengan memperhatikan konsumsi pemerintah juga rumah tangga atau masyarakat khususnya pengeluaran pemerintah, investasi swasta juga ekspor dan impor,” jelas Rusmadi.

Dia menegaskan perlunya pemerintah hadir dengan membangun struktur ekonomi yang kuat agar pertumbuhan ekonomi daerah terus mengeliat dan masyarakat sejahtera.(yans/sul/es/humasprov/bnc)