Kemendagri Terus Dorong Layanan Jemput Bola

 

MINAHASA UTARA – Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri terus mendorong daerah untuk melakukan inovasi dalam hal layanan jemput bola untuk menuntaskan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

“Memiliki identitas kependudukan merupakan kewajiban negara yang harus dipenuhi bagi setiap warga. Sebagai keluarga besar Dukcapil, Ditjen Dukcapil dan jajaran Dukcapil seluruh Indonesia bertanggung jawab untuk itu”, jelas Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menanggapi inovasi layanan jemput bola Dinas Dukcapil Minahasa Utara, Kamis (23/02/2017), sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id, Jumat (24/02/2017).

Layanan ini telah dirasakan dampaknya bagi peningkatan realisasi perekaman data E-KTP di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Pasalnya, Dinas Dukcapil Minut keliling ke desa-desa untuk melakukan pelayanan dokumen kependudukan. Layanan administrasi kependudukan yang selama ini harus didapatkan di kantor Dinas Dukcapil, sekarang bisa diakses secara mudah oleh warga. Bagi yang memerlukan dokumen kependudukan, cukup mengumpulkan berkas persayaratan lalu menunggu tim pelayanan yang akan mendatangi desa-desa.

Inovasi inilah yang sedang digalakkan Dinas Dukcapil Kabupaten Minut. Selama tahun 2017, tim pelayanan Dinas Dukcapil di bawah kepemimpinan Susana Katuuk, keliling dari desa ke desa untuk menerbitkan dokumen kependudukan guna menjamin kepemilikan identitas kependudukan bagi setiap warganya.

“Jemput bola ini untuk pembuatan Perekaman E-KTP, penerimaan berkas kartu keluarga, akte kelahiran dan akta perkawinan, pendaftaran penduduk pemuktahiran data, pencatatan buku pokok pemakaman”, jelas Susana Katuuk baru-baru ini.

Untuk mensukseskan program tersebut, Katuuk berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif untuk memanfaatkan momentum ini. “Yang belum memiliki E-KTP dan KK segera membuat”, ajaknya.

Pelayanan jemput bola ini mendapat sambutan hangat dari warga, termasuk pemerintah desa. Sebelumnya, untuk mengurus dokumen kependudukan, selain mendatangi kantor dinas Dukcapil yang lokasinya sangat jauh, warga biasa mengurus melalui perangkat desa. Tentu, ini membutuhkan waktu yang sangat lama karena aparatur desa tidak setiap hari mendatangi Dinas Dukcapil karena terkendala jarak dan transportasi.(bnc)