Pentingnya Mengetahui Kondisi Cuaca dengan Keselamatan Penerbangan

TANJUNG REDEB – Banyaknya kecelakaan pesawat yang terjadi akhir-akhir ini, mayoritas karena kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi. Seperti yang terjadi pada salah satu maskapai penerbangan di Bandar Udara Kalimarau Berau, yang terpaksa harus berbalik arah kembali ke Bandara Sepinggan Balikpapan, lantaran tak dapat mendarat dikarenakan kondisi cuaca yang buruk.

Ini seharusnya menjadi peringatan bagi dunia penerbangan, khususnya di Berau sendiri. Dengan begini, penting bagi petugas Bandar Udara Kalimarau untuk mengetahui kondisi cuaca, guna pemandu penerbangan.

“Keselamatan penerbangan adalah suatu keadaan dimana terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, Bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya,” terang Forecaster Stamet Kalimarau, Dosen klimatologi AKB dan Stiper, Ade Heryadi, kepada beraunews.com, Kamis (16/02/2017).

Informasi cuaca akan bergantung kepada tanggap cuaca yang berbeda. Oleh karena itu pelayanan meteorologi juga berbeda untuk setiap kegiatan, baik materi maupun cara penyajiannya. Berbagai macam pelayanan meteorologi antara lain pelayanan kepada masyarakat penerbangan, pelayanan meteorologi kepada masyarakat kelautan, pelayanan meteorology kepada masyarakat pertanian, dan pelayanan meteorology kepada masyarakat umum.

Dalam penerbangan, informasi meteorologi termasuk salah satu dari berbagai macam informasi penerbangan. Semua informasi tersebut dibuat dengan maksud untuk membantu peningkatan efisiensi dan keselamatan penerbangan. Informasi pada umumnya dipandang sebagai sumberdaya yang digunakan untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu selain harus tepat waktu penyampaiannya, ketelitian informasi juga diperlukan.

Informasi cuaca penerbangan adalah keterangan tentang keadaan dan nilai-nilai unsur cuaca yang diperlukan bagi penerbangan. Informasi cuaca penerbangan disediakan oleh Stasiun Meteorologi Penerbangan di Bandar Udara. Informasi tersebut diperoleh melalui serangkaian proses, mulai dari pemasangan alat, pengamatan, analisis data, pembuatan prakiraan, sampai pertukaran dan penyajiannya. Karena informasi cuaca penerbangan digunakan oleh masyarakat penerbangan secara luas, baik nasional maupun internasional, maka informasi tersebut dibuat standar dan memenuhi ketentuan internasional. Informasi cuaca penerbangan meliputi keterangan tentang cuaca pada saat itu atau yang sedang berlangsung, dan cuaca pada waktu berikutnya atau cuaca yang diperkirakan akan terjadi di wilayah kegiatan penerbangan antara lain di bandar udara, di daerah sekitarnya dan sepanjang jalur perjalanan. Penyajian informasi cuaca penerbangan menggunakan bahasa dan sandi-sandi dalam bahasa inggris yang khusus.

“Informasi cuaca memegang peranan sangat penting. Sesaat sebelum mengudara atau pada saat dalam perjalanan serta pada posisi sebelum landing, kita disuguhi dengan informasi keadaan atau prakiraan cuaca di bandara keberangkatan, bandara tujuan serta prakiraaan cuaca selama dalam perjalanan atau tersaji dalam informasi pra-penerbangan (pre-flight information) maupun informasi selama penerbangan (inflight information) . informasi itu merupakan bagian dari informasi cuaca yang disampaikan oleh BMKG. Berdasarkan informasi tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan panduan bagi para pilot dalam mengambil keputusan atau menjalankan tugasnya membawa pesawat dengan seluruh penumpang dan isinya agar sampai di tujuan dengan aman nyaman dan tentunya selamat,” lanjutnya.

Bagi penerbangan rendah, faktor cuaca sangat dirasakan. Oleh karena itu di Indonesia yang banyak beroperasi penerbangan rendah dan jarak pendek, faktor cuaca menjadi sangat penting untuk diperhatikan dalam menunjang keselamatan penerbangan.

Dalam penerbangan, unsur cuaca yang perlu diinformasikan adalah angin, jarak pandang landasan pacu, awan, suhu udara, titik embun, tekanan udara, dan fenomena yang ada seperti hujan, kabut, udara, asap, debu letusan gunung, badai guntur, badai pasir, atau tornado.

Dampak cuaca dalam penerbangan sangat besar. Cuaca mempunyai dua peran. Disatu sisi informasi cuaca mempunyai andil dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas kegiatan dan keselamatan penerbangan, di sisi lain mempunyai potensi yang membahayakan sampai dapat menimbulkan kematian. Namun demikian tidak mudah untuk mengatakan cuaca yang mana yang membahayakan, karena dampak cuaca bergantung pula kepada faktor lainnya. Karena dalam penerbangan selain kadar atau intensitas unsur cuaca, jenis pesawat, kondisi pesawat, dan posisi penerbangan juga merupakan faktor yang menentukan sensitivitas terhadap cuaca. Misalnya angin silang (cross wind) di landasan terbang yang berkecepatan 20 knot, mungkin dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat kecil yang melakukan pendaratan, tetapi tidak ada pengaruhnya bagi pesawat terbang besar dan modern. Dari posisi terbang, angin 20 knot pada penerbangan 30.000 kaki tidak dirasakan bagi pesawat besar. Dengan demikian kriteria membahayakan bergantung juga kepada macam penerbangan.

“Namun demikian wajib bagi seorang pengamat cuaca untuk melaporkan atau mengupdate laporan cuaca setiap jam melalui format laporan METAR, dan SPECI untuk kejadian cuaca yang spesial di luar jam pelaporan utama, membuat prakiraan Bandar udara (TAF) serta membuat flight document bagi seorang forecaster on duty sesuai peraturan internasional ANNEX 3 to the Convention on International Civil Aviation, edisi 17 Juli 2010, PERMEN PERHUBUNGAN Nomor PM 09/2015 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) Bagian 174 (CASR) dan Perka KBMKG Nomor 9/2014 serta peraturan lain yang berlaku yang mengatur tentang Pelayanan Informasi Meteorologi Penerbangan, serta uraian tugas stasiun Meteorologi,” tegasnya.

Lalu, bagaimana dengan kegiatan pelayanan informasi cuaca penerbangan yang berlangsung di Bandara Kalimarau Berau saat ini?

Stasiun Meteorologi Kalimarau Berau sebagai Unit Pelaksana Teknis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) senantiasa melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka pengamatan, pengelolaan data, pelayanan jasa, pemeliharaan, kerja sama/koordinasi, administrasi dan tugas tambahan lainnya.

Dalam melaksanakan tugas memberikan dan melayani cuaca khususnya cuaca penerbangan, Stasiun Meteorologi Kalimarau yang masuk klasifikasi stasiun klas III ini, telah dilengkapi dengan Instrumen/peralatan pengamatan cuaca yang modern yakni Automated Weather Observing System (AWOS) yakni Instrumen/peralatan pengamat cuaca yang mampu mengukur unsur/parameter dan fenomena cuaca secara otomatis, lebih akurat dan lengkap. Salah satu keakuratan dalam pengukurannya adalah dalam hal menentukan jumlah dan tinggi dasar awan serta jarak pandang (visibility) karena sebelum ada alat ini, pengukuran dilakukan secara manual berdasarkan insting dan pemahaman petugas pengamat cuaca.

Hasil pengamatan cuaca, baik yang dilakukan secara otomatis oleh instrumen serta yang dilakukan secara manual dari alat konvensional yang dilakukan oleh petugas pengamat cuaca, kemudian disiarkan melalui media komunikasi dan telekomunikasi baik CMSS BMKG maupun melalui alat penginformasian Bandar udara ATIS (automatic Terminal Information Service) yang terkoneksi dengan Tower ATC Kalimarau dan selanjutnya disebar ke pihak pengguna lainnya termasuk ke Instrumen yang ada di pesawat udara baik yang akan landing maupun take off.(bnc)