Jelang Valentine, Penjualan Kondom Dihentikan

 

TANJUNG REDEB – Bukan rahasia umum lagi, jika penjualan alat kontrasepsi atau kondom di minimarket dan apotek, selalu meningkat jelang perayaan Hari Valentine atau yang lebih dikenal dengan hari kasih sayang di kalangan anak muda.

Bahkan, diakui beberapa pihak apotek, jelang Hari Valentine stok kondom yang tersedia bisa habis dalam waktu yang singkat. Mirisnya, konsumen kondom tersebut mayoritas berasal dari kalangan pemuda-pemudi yang belum terikat dalam status pernikahan alias masih berpacaran.

Melihat kondisi tersebut, salah satu pemilik minimarket di Tanjung Redeb, Joko Widodo, sengaja menghentikan penjualan kondom di tempat usahanya jelang Hari Valentine tersebut. Hal itu dilakukannya sebagai upaya guna meminimalisir seks bebas yang kerap dilakukan pasangan muda mudi di Hari Valentine yang jatuh tiap 14 Februari tersebut.

“Kami tidak memberlakukan penjualan kondom di Hari Valentine sejak tahun lalu, dan tahun ini diberlakukan sejak tanggal 13-17 Februari. Ini kami lakukan supaya tidak ada anak muda yang belum menikah lantas menyalahgunakan kondom tersebut,” ujarnya kepada beraunews.com, Senin (13/02/2017).

Selain itu, hal tersebut juga ia lakukan mengingat berdasarkan fakta yang ada saat ini, penjualan kondom terbesar memang terjadi menjelang Hari Valentine. Sehingga upaya yang dilakukannya, diharapkan mampu menjaga generasi muda khususnya di Berau agar terhindar dari perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka.

“Apa yang kami lakukan ini hanya langkah kecil saja untuk mengurangi peredaran dan penggunaan kondom di Hari Valentine. Masih banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya tren seks bebas di kalangan remaja,” ucap pemilik minimarket yang terletak di Jalan Pulau Panjang, depan RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb ini.

Langkah ini rencananya akan terus ia lakukan di tahun-tahun yang akan datang. Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh pioner atau pemilik tempat usaha lainnya yang masih melayani penjualan kondom kepada muda mudi, untuk turut serta tidak memberlakukan penjualan kondom jelang Hari Valentine.

“Semoga langkah kecil ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua, khususnya para remaja, dan kita juga sekaligus memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat terkait bahaya yang ditimbulkan ketika anak usia remaja berani melakukan seks bebas tersebut. Semoga ke depan, langkah yang sama bisa diambil oleh pemilik toko lainnya,” pungkasnya.

Tak hanya menginstruksikan kepada seluruh karyawannya untuk tidak melayani pembelian kondom dengan alasan apapun, hal tersebut juga diumumkannya melalui akun media sosial facebook miliknya. Reaksi dan tanggapan positif pun ramai mengisi kolom komentar.

“Mantap. Terobosan moral yang spektakuler. Semoga dan wajib diikuti oleh para pelaku usaha yang lain, termsuk apotek. Pembeli wajib memperlihatkan kartu identitas, untuk mengetahui batas usia maupun status,” tulis akun Rudi P Mangunsong, salah satu anggota DPRD Berau, yang turut melayangkan komentar terkait hal tersebut.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia