‘Tak Ada Kebocoran Data E-KTP di Server Kemendagri’

 

JAKARTA – Dirjen Kependudukan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif menegaskan, tidak ada kebocoran server di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam kasus pemalsuan 36 Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP). Hal itu diketahui dari data chip yang berbeda dengan info di halaman depan E-KTP.

"Semua data server kita aman, tidak ada kebocoran, traffic (lalu lintas jalur data) juga aman, semua data KTP palsu itu tidak sama dengan database (chip), semua data dipalsukan dengan cara manual," tegas Zudan saat jumpa pers di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id, Senin (13/02/2017).

BACA JUGA : Dari 32 NPWP, 30 Terbukti Valid dan KTP Positif Palsu

Pemalsuan manual E-KTP ini diawali dengan mengumpulkan blanko E-KTP bekas yang tercecer di kelurahan. Setelah ditelusuri dari alamat, E-KTP palsu itu diperoleh dari 20 kelurahan di DKI.

"Pemalsu ini mencari blanko rusak tercecer. Ada dari satu kelurahan dapat 1 atau 2 blanko rusak," jelas dia.

BACA JUGA : Dukcapil Kemendagri Gerak Cepat Usut E-KTP Palsu dari Luar Negeri

Karena itu, Zudan mengimbau agar tiap kelurahan untuk lebih hati-hati dengan blanko E-KTP rusak. Limbah tersebut hendaknya disimpan guna menghindari penggunaan yang tidak semestinya.

"Jadi hati-hati dengan blanko rusak, jangan langsung dibuang tapi disimpan, hati-hati agar tidak terjadi tindak kejahatan seperti ini," ujar Zudan.

BACA JUGA : Kemendagri Dapatkan Lagi Kiriman E-KTP Palsu dari Kamboja

Hingga kini, oknum yang diduga 'bermain' bukan dalam partai besar. Hanya dilakukan untuk kejahatan tertentu, atau sekadar ingin membuat heboh dan mendelegitimasi Kemendagri.(bnc)