Dukcapil Kemendagri Gerak Cepat Usut E-KTP Palsu dari Luar Negeri

 

JAKARTA – Beredarnya E-KTP palsu kembali marak akhir-akhir ini. Diduga, E-KTP tersebut dikirim dari luar negeri dengan alamat tujuan Jakarta. Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, bergerak cepat mengusut kebenarannya.

Pihaknya langsung menugaskan Direktur Pendaftaran Penduduk, Drajad Wisnu Setyawan, untuk melakukan koordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai, Kamis (09/02/2017). Tujuannya, mengecek kebenaran pemberitaan dan juga untuk memverifikasi secara langsung fisik KTP tersebut.

Hasil koordinasi dengan Direktur Kepabeaan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea Cukai, Robert Leonard Marbun, membenarkan adanya kiriman paket tersebut pada tanggal 3 Februari 2017, dan kasusnya sudah ditangani langsung Ditjen Bea dan Cukai.

BACA JUGA : Kemendagri Dapatkan Lagi Kiriman E-KTP Palsu dari Kamboja

Paket yang dikirim melalui jasa pengiriman Fedex ini berasal dari Kamboja dengan kategori barang cetakan. Hasil x-ray dan pengecekan langsung memperlihatkan isi paket tersebut berupa 1 buah tabungan, 1 kartu ATM, 32 kartu NPWP, dan 36 keping E-KTP.

“Jadi tidak benar kalau pengiriman E-KTP palsu dari luar negeri itu jumlahnya mencapai 500.000 keping”, jelas Zudan, Jum’at (10/02/2017) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id, Sabtu (11/02/2017).

Mengingat kasus ini sudah masuk ke ranah hukum, Ditjen Dukcapil dan Ditjen Bea dan Cukai akan melakukan pendalaman lebih lanjut bersama-sama dengan Kepolisian, Ditjen Pajak, dan instansi terkait lainnya. Koordinasi intensif sedang dilakukan untuk mengetahui motifnya.

“Kalau melihat isi paket yang berupa KTP, NPWP, buku tabungan dan kartu ATM, bisa jadi terkait rencana kejahatan siber, kejahatan perbankan atau pencucian uang. Perlu waktu untuk memastikannya,” tutupnya.(Ditjen Dukcapil Kemendagri/bnc)