Kemendagri Dapatkan Lagi Kiriman E-KTP Palsu dari Kamboja

 

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Dukcapil mendapat laporan dari Bea Cukai Soekarno Hatta mengenai adanya pengiriman barang dari Kamboja yang di dalamnya berisi KTP Elektronik (E-KTP).

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Bea Cukai. Bahkan di arahkan bertemu langsung Direktur Kepabeaan Internasional, Ditjen Bea Cukai, Robert Marbun.

"Diinformasikan bahwa memang benar terdapat pengiriman barang cetakan yang berasal dari Kamboja," kata Zudan, Kamis (08/02/2017) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id, Jumat (10/02/2017).

Barang cetakan tersebut dikirim melalui Jasa Pengiriman FEDEX melalui Bandara Soekarno Hatta. Sesuai prosedur di sana, pihak Kantor Bea Cukai kemudian melalukan pemindaian melalui XRay sehingga terlihat isinya terdapat E-KTP.

Selain itu, ada juga buku tabungan dan kartu ATM serta NPWP. Karena dicurigai barang cetakan itu merupakan dokumen palsu, maka Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta menahan barang tersebut dan dilakukan pemeriksaan fisik.

"Diinformasikan oleh pihak Bea Cukai, karena ini sudah delik hukum, maka kasus ini akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya utk penanganan lebih lanjut," tambah Zudan.

Adapun barang bukti serta pelaporan oleh Pihak Bea Cukai akan dilakukan hari ini. Sedangkan untuk jumlah E-KTP yang dikirim dari Kamboja tersebut, pihak Bea Cukai belum berani menginformasikan jumlahnya.

"Untuk pengecekan dan verifikasi lebih lanjut oleh Ditjen Dukcapil terhadap jumlah dan kebenaran dari E-KTP, pihak Bea Cukai menyarankan berkoordinasi dengan polda setelah ini," tutup dia.(Humas Puspen Kemendagri/bnc)