Pemerintah Didesak Majukan Perguruan Tinggi Daerah

 

JAKARTA – Minimnya sarana dan prasarana serta persoalan status kepegawaian dosen dan tenaga kependidikan di Kalimantan, masih menjadi persoalan yang serius.

Anggota Komisi X DPR RI Muslim mengharapkan, kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar memberikan perhatian kepada perguruan tinggi yang ada di daerah jauh dari pemerintah pusat.

"Karena saya lihat yang pegawai negeri kan sedikit, lebih banyak dosen honorer, ini saya pikir menjadi catatan buat kita. Mendorong Institut ini maupun Politeknik sejajar dengan kampus-kampus yang ada di Jawa," ujar Muslim, di kampus ITK, Balikpapan, Jumat (03/02/2017) sore, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi dpr.go.id, Senin (06/02/2017).

Hal tersebut dia sampaikan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X ke Kalimantan Timur. Saat ini kampus-kampus yang jauh dari pusat pemerintahan masih jauh tertinggal, sehingga pemerintah amat sangat perlu memberikan perhatian khusus kepada kampus-kampus yang ada di daerah. Muslim medesak pemerintah pusat memajukan perguruan tinggi yang ada di daerah.

Yang juga menjadi persoalan adalah, warga Kalimantan kurang tertarik melanjutkan studi di kampus yang ada di daerah, karena fasilitasnya masih jauh tertinggal.

"Bahkan yang di Kalimantan Timur, jarang ada yang mau kuliah di situ. Lebih memilih di pulau Jawa, karena dianggap sarana dan parasarana serta dosen belum memadai," jelas Muslim.

Pasal 41 ayat (3) UU Pendidikan Tinggi menyatakan, perguruan tinggi menyediakan Sarpras untuk memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kecerdasan mahasiswa. Penyediaan Sarpras dalam rangka memenuhi fungsi dan peran perguruan tinggi sebagaimana amanat Pasal 58 UU Pendidikan Tinggi.

Sehingga jika ada kampus yang berkembang di daerah, bisa bermanfaat sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat. Selain itu sebagai wadah pendidikan calon pemimpin bangsa, pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pusat kajian kebijakan dan kekuatan moral untuk mencari dan menemukan kebenaran. Di sisi lain sebagai pusat pengembangan peradaban bangsa.(eko,mp/bnc)