Bekerja Keras Kunci Lulusan SMK ‘Siap Pakai’

 

JAKARTA – Sesuai amanat Presiden Jokowi untuk peningkatan kualitas pendidikan vokasi, kerjasama antara lembaga pendidikan dan industri, perlu dipertegas. Selain itu, berbagai pelatihan dan keterampilan yang dilakukan di lembaga vokasi memerlukan penjamin kualitas atas lisensi yang dikeluarkan, sehingga dapat diterima dan dipandang baik oleh para penerima kerja.

Diskusi terkait pengembangan pendidikan vokasi ini digelar di Kantor Staf Presiden, Kamis, 26 Januari 2017, dengan melibatkan beberapa perusahaan pengguna tenaga vokasi.

Beberapa permasalahan terkait revitalisasi pendidikan vokasi, diantaranya mengenai masih lemahnya mental siswa SMK. Arief Bachtiar perwakilan dari Wijaya Karya, sebuah BUMN di bidang konstruksi nasional, berbagi pengalaman. Menurutnya, Wijaya Karya telah bekerjasama dengan beberapa SMK di Jakarta.

“Tapi, mental dan sikap lulusan SMK dari Jakarta, berbeda dengan lulusan dari daerah. Justru, lulusan dari Jakarta masih belum siap masuk dunia kerja,” jelasnya, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi ksp.go.id, Sabtu (28/01/2017).

Arief menegaskan, dibandingkan lulusan dari daerah, lulusan SMK dari ibukota cenderung lebih ‘manja’.

Binny Bintarti Buchori, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden berharap agar masukan-masukan ini menjadi perhatian serius, sehingga nantinya lulusan pendidikan vokasi dapat langsung bekerja di perusahaan.

“Ini membutuhkan sinergi banyak pihak, termasuk peran Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” kata Binny.

Poin lain yang menjadi pembahasan dalam pertemuan itu yakni, tentang efektivitas pembuatan training center oleh pemerintah, agar semua lisensi vokasi keluar dari satu institusi resmi, yang dikelola oleh pemerintah bekerjasama dengan swasta.

“Harus kita kaji bersama tentang perlunya membuat pusat pelatihan baru ini,” kata pengamat pendidikan Baskoro Poedjinoegroho.

Pembuatan pusat pelatihan baru membutuhkan dana yang cukup besar, meskipun dengan adanya training center tersebut, dapat memperingan pihak swasta dalam standardisasi lisensi lulusan SMK yang akan bekerja di perusahaan. Dengan adanya training center, mempermudah dunia industri mencari lulusan yang siap bekerja.

Ada pula masukan berdasarkan data dari situs lowongan kerja jobstreet.com, banyak perusahaan yang mencari pekerja lulusan SMK, namun para pelamar yang berasal dari lulusan SMK sangat sedikit.

“Misalnya, berdasarkan data jobstreet, peluang pekerja untuk bidang ahli perangkat lunak atau software sangat banyak, tapi pelamar sangat sedikit,” papar Faridah Lim, Country Manager JobStreet.com Indonesia.(bnc)