Ujian Nasional Pertimbangkan Kondisi Daerah dan Bisa Numpang

 

SAMARINDA – Meski pelaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) masih dua bulan lagi, namun segala persiapan sudah dilakukan. Segala persiapan tersebut bahkan sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Ini dilakukan agar UNBK berjalan sesuai rencana, dengan tujuan mengurangi kecurangan saat ujian, seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan direncanakan pada 3-6 April 2017, dimulai dari jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kemudian disusul jenjang SMA dari 10-13 April 2017 dan untuk jenjang SMP sederajat dilaksanakan pada 2-8 Mei 2017.

Ketua Dewan Pendidikan Kaltim, Ence Widyani memberikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam upaya mempersiapkan berbagai fasiltas guna menyukseskan pelaksanaan UNBK. Namun harus dilihat letak geografis masing-masing wilayah. Kaltim tentu tidak sama dengan Pulau Jawa.

"Untuk Kaltim masih ada daerah yang sulit ditembus dengan jalan darat, selain itu sarana dan prasarana pendukung kegiatan UNBK juga masih mengalami kendala, seperti ketersediaan tenaga listrik, jaringan telekomunikasi yang belum memadai harus menjadi pertimbangan penyelenggaraan UNBK," papar Ence Widyani, Rabu (25/01/2017) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id, Jumat (27/01/2017).

Untuk daerah yang sudah memiliki sarana dan prasarana pendudung mungkin tidak ada masalah, tetapi daerah seperti Kutai Barat, Mahakam Ulu dan daerah lain yang belum lengkap sarana pendukung, kegiatan UNBK-nya tentu menjadi masalah. Maka dari itu perlu dilakukan pembenahan sehingga UNBK bisa dilaksanakan.

"Kami sudah mendiskusikan dengan internal dewan dan sebagai mitra pemerintah khususnya pada Dinas Pendidikan Kaltim dan Kota Samarinda terus memberikan dukungan untuk terus mengupayakan UNBK bisa berjalan, tetapi harus melihat kondisi dan situasi daerah khususnya sarana pendukung UNBK di masing-masing wilayah," ujarnya.

Kalaupun pendukung seperti listrik dan jaringan telekomunikasi ada, potensi kendala lainnya adalah ketersediaan komputer. Sekolah yang belum lengkap memiliki sarana dan prasarana UNBK hendaknya dilakukan bergantian dan bagi siswa-siswa yang mampu bisa berpartisipasi dengan membawa laptop sendiri.

"Daerah belum dilengkapi sarana dan prasarana memadai, maka UNBK bisa dilaksanakan secara manual," katanya.

Tetapi, meski waktu pelaksanaan UNBK masih jauh dan penyelenggaraan dilaksanakan oleh sekolah yang memenuhi persyaratan teknis ditetapkan Panitia UN tingkat pusat, tetapi bagi sekolah yang tidak memiliki sarana dan fasilitas UNBK bisa menumpang atau bergabung ke sekolah yang dilengkapi fasilitas dan sarana UNBK.

“Jadi, untuk ujian tahun ini lebih dipermudah untuk teknis pelaksanaan. Karena, mereka yang tidak memiliki sarana dan fasilitas UNBK bisa bergabung dengan sekolah yang telah ditetapkan panitia UN untuk melaksanakan ujian berbasis komputer,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Dayang Budiati di Samarinda, Jumat (27/01/2017).

Dayang mengatakan, untuk pelaksanaan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Misal, jika biasanya pelaksanaan ujian dilaksanakan secara serentak baik dari jenjang SMA dan SMK, maka tahun ini tidak.

Meski berbeda, diharapkan pelaksanaan ujian berbasis komputer diharapkan bisa dilaksanakan dengan lancar di Kaltim. Bagi SMA yang tidak memiliki sarana dan fasilitas pendukung UNBK, mereka bisa bergabung ke SMK yang telah memiliki fasilitas UNBK. Begitu juga dengan jenjang sekolah SMP sederajat.

“Artinya, semua bisa dikomunikasikan terlebih dulu. Sedangkan untuk peserta ujian di masing-masing ruang tetap sama jumlahnya, yaitu setiap ruang ujian diisi 20 peserta dengan materi ujian yang berbeda,” jelasnya.

Untuk diketahui, sekolah atau madrasah yang dapat ditetapkan sebagai pelaksana UNBK telah memenuhi persyaratan, yaitu telah terakreditasi, tersedia sejumlah komputer dan server sesuai kebutuhan dan memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan oleh panitia UN pusat.(mar/sul/ri/humasprov/bnc)