Plafon KUR 2017 Ditetapkan Rp110 Triliun

 

JAKARTA – Komite Kebijakan telah menetapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2017 sebesar Rp110 triliun dengan bunga 9 persen per tahun. Menurut Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo, hasil ini merupakan keputusan saat rapat Komite Kebijakan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat malam (20/01/2017).

Secara rinci, 81 persen KUR akan disalurkan untuk usaha mikro, 18 persen untuk sektor ritel, dan 1 persen untuk kredit Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Braman menambahkan, tahun ini ada 38 lembaga pembiayaan sebagai penyalur KUR, yang terdiri dari 33 bank, empat Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), dan satu koperasi.

"Namun, tadi dalam rapat ada usulan untuk menambah lagi lima lembaga pembiayaan yang selama ini melakukan pembiayaan TKI non KUR,” tambahnya, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemenkeu.go.id, Senin (23/01/2017).

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap, penyaluran KUR untuk sektor produksi pertanian lebih merata pada komoditas-komoditas selain padi.

“Saya sebetulnya berharap kredit untuk sektor produksi pertanian itu tidak hanya untuk padi, tapi juga bisa tebu, bawang merah, dan lain-lain,” katanya.

Sebagai informasi, bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait KUR, dapat mengunjungi http://kur.ekon.go.id/.(as/rsa/bnc)