Mendagri : Hidupkan dan Perkuat Daerah Perbatasan

 

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, wajah perbatasan Indonesia saat ini lebih baik daripada wajah negara tetangga.

“Sekarang perbatasan 1.000 persen wajahnya berbeda dengan negara tetangga kita,” ungkap Tjahjo, belum lama ini.

Mendagri juga mengatakan pada tahun 2017 ini, pemerintah akan fokus melakukan pertumbuhan ekonomi yang ada di daerah perbatasan. Misalnya, seperti pembangunan Puskesmas, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), cabang-cabang perbankan, serta hal-hal yang berkaitan dengan membangun kawasan perekonomian lainnya.

"Tahun 2017 ini adalah membangun kawasan ekonomi supaya tumbuh. Bangun puskemas yang ada rawat inapnya, koperasi, BUMN ada cabang-cabang perbankan, ATM yang ada di perbatasan supaya daerahnya hidup," ujar Tjahjo, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id, Sabtu (21/01/2017).

Pemerintah akan menjadikan semua daerah perbatasan di Indonesia menjadi prioritas pembangunan.

"Mulai dari Sabang, Kepulauan Riau, Entikong, Sebatik, Nunukan, Sulawesi Utara, Sekau, Merauke, Belu, itu semua perbatasan kita dengan negara tetangga," kata Tjahjo.

Untuk memperkuat daerah perbatasan, pemerintah juga telah memperhatikan aspek pengamanan serta bagaimana meningkatkan perangkat-perangkat keamanan.

"Apakah batalyonnya (TNI) ditambah atau ditingkatkan dari korem ke kodam, atau ada tambahan pasukan kostrad atau kopassus di daerah, atau ada rudal dan radarnya untuk memperkuat perbatasan. Supaya terpadu karena harus ada TNI, Kepolisian, Imigrasi Bea Cukai, Pemerintah daerah dan didukung kementerian yang ada," ujar Tjahjo.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai poros pemerintahan terus mengingatkan daerah untuk menggenjot pembangunan infastruktur. Disamping itu, hal yang menjadi ancaman serius menurut Tjahjo yakni, ancaman Narkoba yang bisa masuk ke daerah perbatasan.

“Hampir 60 orang per hari meninggal karena narkoba, rata-rata per RT satu orang, masuknya bisa di daerah perbatasan seperti Kepri yang ada 39 jalur tikus,” ujar Tjahjo.

Maka dari itu, perlu adanya agenda strategis jangka panjang yang harus dicermati oleh setiap pemerintah daerah. Dalam upaya menghidupkan dan memperkuat daerah perbatasan ini, Mendagri juga meminta kerja sama setiap kementerian dan lembaga. Salah satunya, pemenuhan logistik dan barang penting lainnya melalui akselerasi tol laut.(Puspen Kemendagri/bnc)