Defisit Anggaran Bisa Dihindari, Asal….

 

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa Universitas Udayana, Denpasar, Bali pada Jumat (20/01/2017).

Dalam paparannya, Menkeu menjelaskan, rasio pajak dan tingkat kepatuhan pajak di Indonesia, saat ini masih terbilang rendah. Terutama bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Menkeu menyebutkan, jika kedua hal tersebut bisa lebih meningkat, maka defisit anggaran dapat dihindari.

“Kepatuhan pajak di Indonesia masih terbilang rendah yaitu di 62,3 persen. Kalau tingkat kepatuhan mencapai 80 persen saja, penerimaan perpajakan pasti bisa meningkat,” katanya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemenkeu.go.id.

Menurut Menkeu, dengan pendapatan negara yang lebih tinggi, pemerintah akan dapat meningkatkan belanja yang bertujuan menurunkan kesenjangan di Indonesia.

“Kita bisa tingkatkan belanja untuk masyarakat miskin dan mengurangi kesenjangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan, rasio pajak di Indonesia harus ditingkatkan lagi, karena berada pada level 11 persen.

“Ini tidak acceptable, negara yang satu kelas dengan kita bisa 15-16 persen. Misal Malaysia dan Thailand itu bisa 15 persen,” jelasnya.

Menkeu meyakini, dengan pertambahan pada rasio pajak tersebut, Indonesia akan mampu menambah pendapatan negara sebesar Rp500 triliun.

“Bayangkan kalau kita bisa 15 persen, kita mampu tambah sekitar Rp500 triliun. Sehingga belanja kita yang dua ribuan triliun itu tidak jadi defisit,” ungkapnya.(as/rsa/bnc)