Komisi X Minta PMP Masuk dalam Mata Pelajaran

 

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra, meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadikan Pendidikan Moral Pancasila (PMP), sebagai mata pelajaran di sekolah, hal itu menurutnya guna mengingatkan kembali kepada anak bangsa arti pentingnya Pancasila.

“Artinya ini kembali ke penguatan NKRI, ini merupakan salah satu indikator terpenting bagaimana mewujudkan revolusi mental yang dicanangkan Presiden. Revolusi mental bisa dimulai dengan kembali dimasukkan moral Pancasila di sekolah-sekolah,” ungkap Sutan disela-sela rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi dpr.go.id, Jumat (20/01/2017).

Selain itu, ia juga meminta Kemendikbud juga memastikan program wajib belajar 12 tahun bisa terlaksana, karena menurutnya program itu merupakan kebutuhan Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Wajib belajar 12 tahun sudah kebutuhan yang tidak bisa ditawar, karena kalau tidak, saya khawatir generasi selanjutnya tidak bisa bersaing dan malah tersingkir tidak mendapatkan kesempatan kerja karena tidak memiliki kemampuan yang baik. Jangan sampai nanti hanya jadi bangsa yang menumpang di daerahnya sendiri,” katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 12/2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Dalam Inpres yang diterbitkan 6 Desember 2016 itu tertuang tujuan GNRM adalah memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia, dengan melaksanakan Revolusi Mental yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong.

“Revolusi mental di bidang pendidikan menjadi perhatian serius Mendikbud. Salah satunya melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang tahun ini sudah dimulai dengan percontohan di 542 sekolah. Lima nilai utama yang didorong dalam PPK adalah nasionalisme, religius, integritas, kemandirian, gotong royong dan nasionalis,”ungkapnya.

Mendikbud mengatakan, tiga pilar penguat gerakan PPK adalah sekolah, keluarga dan masyarakat. Untuk itu sinergitas ketiga entitas itu didorong memberikan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang mentalitas anak-anak pada usia pendidikan dasar, yakni yang masih sekolah di SD dan SMP.

"Tiga pilar itu merupakan ekosistem pendidikan yang paling menentukan penguatan pendidikan karakter,” tandasnya.(rnm/mp/bnc)