Cuti Bagi Ayah, Dukung Ibu dan Bayi Sehat

 

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa, menilai dengan adanya cuti bagi ayah dalam pengasuhan, terutama di awal-awal kelahiran anak, akan mendukung kesehatan bayi dan ibu.

Oleh karenanya, Ledia menilai peran pengasuhan anak merupakan peran seiring sejalan, yang harus dilakukan baik oleh seorang ibu maupun ayah. Karena itu, pelibatan peran ayah termasuk di awal-awal kelahiran menjadi penting.

“Di awal kelahiran, seorang ibu masih memerlukan pemulihan fisik sekaligus support besar dalam hal memenuhi hak anak mendapatkan ASI Ekslusif, sehingga kehadiran seorang ayah secara penuh dapat mendukung peningkatan kesehatan, baik bagi ibu maupun bayi,” ujar Ledia Hanifa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/01/2017) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi dpr.go.id.

Mengingat hal tersebut, Ledia mengatakan, pemberian hak cuti bagi ayah, satu pekan sebelum dan tiga pekan sesudah isteri melahirkan, akan bisa memberikan kesempatan para suami untuk mendampingi isteri di masa-masa krusial menjelang dan pasca melahirkan dengan tenang.

“Suami yang mendampingi isteri di masa-masa awal melahirkan ini akan mendorong sang ibu menjadi lebih rileks, dan upaya memberikan ASI Ekslusif pun diharapkan akan berjalan lebih baik. Ini berarti keuntungan buat semua. Buat bayi, buat ibu, buat ayah yang terlibat dalam pengasuhan sejak awal, bahkan buat pemerintah sendiri yang masih harus menggenjot angka pencapaian paparan pemberian ASI Ekslusif di tengah masyarakat,” paparnya.

Hingga saat ini, angka target nasional capaian pemberian ASI Ekslusif adalah 80 persen dari jumlah seluruh ibu melahirkan.(*mp/bnc)