Pemadaman, Ciri Kualitas Listrik yang Buruk?

 

BEKASI - Pemadaman listrik berkala dan kontinyu dengan waktu padam cukup lama, merupakan refleksi dari kualitas listrik yang kurang baik. Apalagi akibatnya dirasakan langsung oleh pelanggan.

Sistem tenaga listrik yang andal dan energi listrik dengan kualitas yang baik atau memenuhi standar, mempunyai kontribusi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat modern. Terlebih karena perannya yang dominan di bidang industri, telekomunikasi, teknologi informasi, pertambangan, transportasi umum, dan lainnya, yang semuanya itu beroperasi karena tersedianya energi listrik.

Perusahaan-perusahaan tersebut akan mengalami kerugian cukup besar jika terjadi pemadaman listrik tiba-tiba, atau tegangan listrik yang tidak stabil, dimana aktivitasnya akan terhenti atau produk yang dihasilkan menjadi rusak atau cacat.

Bayangkan jika listrik padam di ruang operasi rumah sakit. Meskipun hanya 10 detik, bisa berakibat fatal bagi pasien jika dokter salah potong bagian yang dioperasi. Lain halnya jika kejadian ini terjadi di ruang makan. Akibat paling fatal paling hanya salah gigit cabai.

Contoh lainnya, pemadaman listrik di bandara. Misalnya di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten, pada 6 Agustus 2010) lalu, yang mengakibatkan 62 penerbangan tertunda. Direktur Utama PT Angkasa Pura II saat itu, Tri S. Sunoto mengatakan, gangguan listrik terjadi karena efek kedip selama 1,7 detik yang menandai pasokan listrik dari PT PLN anjlok.

Namun, kedipan hanya sekian detik itu berdampak fatal pada sebagian operasional bandara. Meski genset bandara mengambilalih secara otomatis, namun tidak mampu membantu pelayanan. Apalagi saat itu jadwal penerbangan sangat padat (peak hours). Pemadaman itu ternyata berdampak kerugian cukup besar bagi maskapai penerbangan dan layanan jasa lainnya yang ditaksir mencapai Rp60 miliar. Bahkan, dampak itu memberikan penilaian tentang pengelolaan bandara yang tidak bertaraf internasional.

Dari hasil penelitian di Amerika menunjukkan, terjadi kerugian 45,7 milyar dolar per tahun pada industri dan bisnis digital akibat power interruption. Dan Kerugian di berbagai sektor bisnis diperkirakan 104 milyar dolar per tahun akibat adanya interrupti, dan 15-24 milyar dolar akibat masalah power quality yang lain.

Negara-negara yang memiliki sistem pembangkit, transmisi dan distribusi energi listrik dengan teknologi dan peralatan mutakhir serta manajemen yang baik seperti Amerika Serikat, Jepang, Perancis, dan negara maju lainnya, memberikan perhatian khusus terhadap keandalan dan kualitas listrik. Apalagi pengaruhnya yang krusial terhadap roda perekonomian.(lialiky.blogspot.co.id/bnc)