Wujudkan Kota Masa Depan yang Menginspirasi

 

JAKARTA - Pembangunan kota-kota besar di seluruh dunia beberapa dekade belakangan ini menjadi tidak sehat karena banyak aspek, terutama yang berkaitan dengan lingkungan, yang diabaikan. Hal ini terjadi akibat derasnya arus kapitalisasi dan industrialisasi. Namun, pembangunan kawasan urban di Indonesia masih memiliki harapan dan bahkan dapat menjadi inspirasi bagi dunia.

Penilaian itu dikemukakan oleh Stuart Cooke, seorang urban planner Amerika yang beberapa tahun terakhir tinggal di Indonesia. Ia berbagi cerita dan pengalamannya di Amerika Serikat dan Tiongkok selama lebih dari 20 tahun bekerja di bidang perencanaan kota.

“Tujuan sebuah kota adalah agar manusia-manusia di dalamnya dapat memenuhi kebutuhannya, dan menjadi dirinya sendiri dengan cara saling mendukung,” ungkap Cooke sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi ksp.go.id, Selasa (03/01/2017).

Pencapaian tujuan ini hanya bisa dilakukan jika ada kerjasama dan saling pengertian antara pemerintah, swasta, dan masyarakat yang tinggal didalamnya. Saat ini, banyak masyarakat terjebak dalam ‘consumer model’ dimana proses ‘viktimisasi’ terjadi karena mereka hanya mampu mengonsumsi barang-barang industri tanpa memikirkan keberlanjutan lingkungan sekitarnya.

Pakar kebijakan publik dan pembangunan perkotaan dari DePaul University di Chicago ini merasa bahwa Amerika Serikat sebagai negara pelopor industrialisasi telah mengubah banyak tatanan sosial ekonomi masyarakat melalui industrialisasi besar-besaran.

“Saya mengalaminya sendiri karena saya besar di New York, saya telah melihat taman dan pohon-pohon hijau yang menghiasi kota berganti menjadi tumpukan beton-beton yang menjulang tinggi ke angkasa,” keluhnya.

Parahnya, hal ini kemudian juga terjadi dalam trend pembangunan kota-kota besar di Tiongkok.

“Mereka hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Barat saja,” lanjut Cooke.

Namun, hal ini tidak menyurutkan optimisme Cooke terhadap pembangunan kawasan urban di Indonesia. Ia berpendapat, belum terlambat untuk menyelamatkan Indonesia dari cengkraman pembangunan yang tak terkendali. Apalagi, President PT NASO Development itu berpendapat, penduduk Indonesia memiliki ciri khas unik yang tidak dapat ditemukan di Amerika Serikat maupun Tiongkok.

“Rasa kekerabatan dan toleransi orang-orang Indonesia mempunyai potensi untuk menumbuhkan dan membangun kesadaran lingkungan yang baik,” katanya.

Cooke yakin, jika dapat memperbaiki diri, Indonesia dapat menjadi pemimpin moral yang dicontoh negara-negara lain.

Dalam diskusi ini, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Noer Fauzi Rachman memberi saran pada Stuart Cooke agar ke depannya mempertimbangkan framing ‘pembangunan dari pinggiran’ dalam konteks paradigma pembangunan yang digunakannya, dan efek-efek kolonialisme dalam teori-teori universal yang dibuatnya.(ksp.go.id/bnc)