2018 Seluruh Masyarakat Kaltim Mendapakan Pelayanan Kesehatan

SAMARINDA – Pemprov Kaltim memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sektor kesehatan, agar seluruh masyarakat Kaltim mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Bukan hanya di daerah perkotaan, tetapi juga di pedesaan dan perbatasan. Penegasan itu, disampaikan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Bere Ali.

"Kita harapkan 2018 mendatang, seluruh masyarakat Kaltim, bukan saja di perkotaan tetapi juga masyarakat yang berada di pedalaman dan perbatasan sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan sebaik-baikknya," kata Bere Ali usai membuka Rapat Kerja Jaminan Kesehatan se-Kaltim di Ruang Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (22/12/2016) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id, Sabtu (24/12/2016).

Tujuan rapat kerja ini, lanjut Bere Ali, adalah untuk lebih fokus kepada verifikasi data dan integrasi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke dalam BPJS Kesehatan, karena memang pemprov mengharapkan 2018 mendatang semua sudah tercakup.

"Oleh karena itu diharapkan, kalau data ini benar-benar mantap, maka masyarakat miskin itu dijamin melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN dan sisanya ditanggung APBD," ujarnya.

Untuk data jaminan kesehatan, kata Bere Ali, Kaltim sudah 75 persen teratasi, baik melalui PBI APBN mupun APBD, kemudian tambah Jamkesda, pegawai negeri, perusda, TNI/Polri, termasuk yang mandiri sudah banyak yang terdaftar dalam jaminan kesehatan.

"Sehingga target yang kita kejar tinggal 25 persen. Diharapkan 2018 mendatang, semuanya sudah terlayani. Namun tujuan yang terpenting adalah seluruh masyarakat Kaltim bisa terlayani kesehatannya dengan sebaik-baiknya," kata Bere Ali.(mar/sul/humasprov/bnc)