Kaltim Terbaik Kedua Nasional dalam Pelayanan Publik

 

JAKARTA – Pemprov Kaltim kembali menerima penghargaan dari Ombusman Republik Indonesia (ORI), yakni meraih predikat terbaik kedua nasional setelah Provinsi Jawa Timur terkait kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai UU Nomor 25/2009 tentang Pelayanan Publik. Penghargaan tersebut diserahkan Ketua ORI, Amzulian Rifai dan diterima Wakil Gubernur Kaltim, M Mukmin Faisyal HP.

Penghargaan tersebut diberikan kepada 16 kota, 16 kabupaten dan 13 provinsi se-Indonesia. Kaltim menerima predikat kapatuhan tertinggi tingkat pelayanan publik dengan penilaian 54 katagori dan mampu meraih zona hijau (zona tinggi).

Mukmin mengatakan, keberhasilan memperoleh penghargaan nasional dalam hal pelayanan publik merupakan penilaian yang objektif dari ORI dan tentunya menjadi motivasi bagi Kaltim untuk meningkatkan kinerja dan prestasi pelayanan publik.

"Penghargaan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai UU Nomor 25/2009 tentang Pelayanan Publik yang diberikan ORI merupakan suatu keberhasilan yang harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam kinerja pelayanan publik," kata Mukmin Faisyal, usai menerima penghargaan di Jakarta, Rabu (7/12/2016) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Mukmin mengharapkan, agar SKPD maupun kabupaten/kota dapat meningkatkan pelayanan publik, kalau bisa dipercepat jangan diperlambat, kalau bisa sehari jangan sampai berhari-hari, begitu pula dalam pelayanan berbagai bidang harus bisa cepat.

Sementara Asisten Pemerintahan Setdaprov Kaltim, Meiliana mengatakan, keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan khususnya dalam pelayanan publik merupakan hasil kerja keras seluruh SKPD dan dukungan seluruh kabupaten/kota yang sudah berlomba-lomba memperbaiki kinerja dalam pelayanan publik. Selain itu, hal ini merupakan suatu gambaran bahwa ombusmen telah menilai Kaltim telah melakukan yang terbaik dalam pelayanan publik.

"Karena itu, keberhasilan dalam pelayanan publik harus dipertahankan dan bila perlu harus mampu ditingkatkan," kata Meiliana.(mar/sul/es/humasprov/bnc)