Nilai Ekspor Kaltim Hingga Oktober 2016 Capai 11,11 Miliar USD

SAMARINDA – Nilai ekspor Kaltim pada bulan Oktober 2016 mencapai 1,25 miliar USD atau mengalami peningkatan sebesar 12,39 persen dibandingkan nilai ekspor pada bulan September sebesar 1,11 miliar USD.

"Bulan Oktober mengalami peningkatan dari September. Peningkatan ini terus terjadi sejak bulan Juli yang sempat mengalami penurunan nilai ekpor. Peningkatan bulan September ini disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan non migas," kata Kepala BPS Kaltim, Habibullah melalui Kepala Tata Usaha Achmad Zaini di Kantor BPS Kaltim, baru-baru ini sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Zaini menyebutkan, ekspor migas pada Oktober 2016 mencapai 328 juta USD atau meningkat sebesar 40 juta USD dibanding pada september 2016 yang mencapai 288 juta USD. Sementara ekspor non migas Oktober 2016 mencapai 925 juta USD atau meningkat 98 juta USD dibanding September 2016 sebesar 827 juta USD.

"Secara kumulatif nilai ekspor Kaltim Januari-Oktober 2016 telah mencapai 11,11 miliar USD dengan rincian ekspor migas sebesar 3,17 miliar USD dan non migas sebesar 7,94 miliar USD," katanya.

Lebih lanjut, Zaini menjelaskan, ekspor migas Kaltim pada Oktober 2016 menurut negara tujuan utama, yakni ke Jepang, Taiwan dan Republik Korea masing-masing sebesar 132 juta USD, 77 juta USD dan 57 juta USD dengan peranan ketiga negara tersebut mencapai 81 persen.

"Peningkatan ekspor migas terbesar terjadi ke Republik Korea dari 7 juta USD menjadi 57 juta USD. Sedangkan, penurunan ekspor migas terjadi dengan tujuan ke Jepang dari 154 juta USD menjadi 132 juta USD," katanya.

Mengenai ekspor non migas menurut negara tujuan terutama ke Tiongkok, India dan Jepang masing-masing sebesar 234 juta USD, 184 juta USD dan 108 juta USD dengan peranan ketiga negara tersebut mencapai 57 persen.

"Peningkatan ekspor non migas terbesar terjadi ke Spanyol dari 2 juta USD menjadi 14 juta USD. Sedangkan penurunan ekspor non migas terbesar terjadi ke India dari 212 juta USD menjadi 184 juta USD," katanya.

Sementara itu, mengenai nilai impor Kaltim pada Oktober 2016 sebesar 0,23 miliar USD atau mengalami penurunan sebesar 13,68 persen dibanding nilai impor pada September 2016 sebesar 0,26 miliar USD. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya impor migas dan non migas. Untuk Migas sebesar 0,18 miliar USD dan non migas sebesar 0,05 miliar USD.

“Secara kumulatif nilai impor Kaltim pada Januari-Oktober 2016 sebesar 2,99 miliar USD," katanya.(rus/humasprov/bnc)