Asrama Mahasiswa Kaltim di Makassar Memprihatinkan

 

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kaltim menyambangi asrama mahasiswa Kaltim di Makassar dalam rangka kunjungan kerja komisi, Kamis (1/12/2016). Dalam kunjungan yang diikuti, Verydiana Wang, Baharuddin Demmu dan Safruddin itu rombongan diterima beberapa mahasiswa Kaltim yang tinggal di asrama tersebut.

Asrama mahasiswa milik Pemprov Kaltim tersebut memang kondisinya sangat memprihatinkan. Terlihat banyak kerusakan bangunan serta tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal bagi mahasiswa. Asrama yang terletak di Jalan Datu Museng tersebut terakhir diperbiki 2013 dan hingga kini tidak ada pemeliharaan lagi.

"Kita dapat lihat bersama bagaimana kondisi asrama mahasiswa di Makassar. Saya menyakini dengan kondisi memprihatinkan tersebut adik-adik mahasiswa kita mungkin merasa kurang nyaman untuk menempatinya. Banyak bangunan yang rusak, terutama atap bangunan yang hancur sehingga menyebabkan bocor pada saat hujan. Dinding bangunannya pun banyak yang sudah retak serta catnya banyak yang terlelupas dan berjamur," kata Baharuddin Demmu sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi dprd-kaltimprov.go.id.

Hal tersebut dibenarkan Risman salah satu mahasiswa Kaltim yang tinggal di asrama tersebut. Menurutnya pemerintah kurang peduli terhadap asrama mahasiswa yang ada di Makassar. Ia mengatakan jika perawatan asrama yang dilakukan pemerintah hanya di 2013 saja dan hingga kini tidak ada renovasi lagi.

Padahal kondisi bangunan asrama sudah saatnya direnovasi. Mewakili mahasiswa Kaltim lainnya, ia berharap pada anggota DPRD Kaltim yang melihat langsung kondisi bangunan asrama dapat membantu dan menyampaikan kepada pemerintah daerah.

"Sejatinya kami sangat bersyukur dapat dikunjungi, agar anggota DPRD Kaltim dapat melihat langsung kondisi yang ada. Kami pun berharap agar kondisi tersebut dapat dilaporkan kepada pemerintah agar segera dilakukan renovasi. Dari 12 kamar hanya 4 kamar saja yang sempat direnovasi, sementara sisanya hingga kini hanya menunggu saja tanpa ada kejalasan kapan perbaikannya," ucapnya.

Sementara itu, Verydiana Wang mengaku sangat prihatin melihat keadaan asrama itu. Menurutnya, pemerintah selalu mengusulkan anggaran untuk pemeliharaan, terakhir usulan tersebut di tahun 2013. Namun berdasarkan pengakuan mahasiswa yang menempati asrama hanya beberapa bagian bangunan saja yang diperbaiki. Itu pun tidak perbaikan total hanya menambal bagian yang rusak saja.

"Adik-adik mahasiswa ini adalah aset yang dimiliki Kaltim. Harusnya pemerintah dapat aktif mencarikan solusi agar perawatan asrama tetap berjalan. Kenyamanan merupakan salah satu faktor pendukung. Mahasiswa penghuni asrama juga mesti mengusulkan kepada pemerintah untuk perawatan asrama, selaku anggota DPRD tentunya kami akan mendukung penuh,” ujarnya.

Terakhir Safruddin mengingatkan kepada mahasiswa untuk tidak mengeluhkan kondisi yang ada.

“Fokus saja dalam menjalankan perkuliahan. Karena itu adalah hal yang terpenting. DPRD Kaltim tentu akan maksimal dalam hal dukungan termasuk terkait permasalahan pengajuan permohonan perawatan bangunan asrama oleh pemerintah asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.(hms7/bnc)