Desember Penghuni Lokalisasi Dipulangkan

 

SAMARINDA – Setelah menanti beberapa bulan sejak ditutup 1 Juni 2016 secara serentak di Kaltim oleh Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, para penghuni lokalisasi di Kaltim, rencana akan dipulangkan 5 Desember 2016 mendatang. Rencana pemulangan dipusatkan dari Lokalisasi Bayur, Samarinda.

Pemulangan para penghuni lokalisasi akan dilakukan oleh Mensos dan Gubernur Kaltim. Jumlah penghuni lokalisasi yang akan dipulangkan sebanyak 409 orang. Dari berbagai lokalisasi di Kaltim, mereka akan dikumpulkan di Lokalisasi Bayur, sebelum kemudian dipulangkan.

BACA JUGA : Bersih Lokalisasi dan Prostitusi Harus Jadi Gerakan Bersama

“Setelah dilepas Menteri Sosial dan Gubernur Kaltim, para penghuni lokalisasi akan dibawa ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menggunakan bus. Penghuni semua berasal dari Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Sosial Kaltim, Siti Rusmalia Idrus di Samarinda, Rabu (23/11/2016) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Setelah dipulangkan, para penghuni akan diberikan uang jaminan hidup oleh pemerintah pusat dengan besaran yang telah ditentukan. Uang jaminan hidup dimaksud akan diberikan setelah para penghuni sampai di daerah asal dengan menunjukkan rekening kepada pihak kelurahan setempat.

BACA JUGAWabup Tolak Transmigrasi Eks PSK Samarinda Ke Berau 

Setelah adanya stempel dari kelurahan setempat, selanjutnya mereka dapat mencairkannya di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sedangkan bagi mereka yang tidak dipulangkan akan diberikan pembinaan wiraswasta oleh masing-masing Dinas Sosial Kabupaten/Kota di Kaltim.

“Sekitar ribuan penghuni yang tidak dipulangkan. Karena Kaltim bagian dari NKRI, maka mereka yang tidak ingin dipulangkan, tentu akan dibina oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota atau diberdayakan menjadi masyarakat biasa dengan membuat surat pernyataan tidak kembali ke daerah asal. Mereka yang tidak pulang akan terus dipantau oleh Tim Pokja yang telah dibentuk,” jelas Siti Rusmalia Idrus.(jay/sul/humasprov/bnc)