Mendagri Jenguk Korban Bom Samarinda

 

SAMARINDA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menjenguk para korban bom molotov di RSUD AW Sjahranie Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (20/11/2016) pagi.

Setibanya di rumah sakit, ia langsung menuju Ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit ) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit). Disana terbaring tiga anak korban bom molotov di Gereja Oikumene Sengkotek Samarinda belum lama ini. Mereka adalah Trinity Hutahean (4), Alvaro Aurelius (4) dan Anita Kristobel (2) menjalani proses penyembuhan dari luka bakar yang mereka alami.

Tjahjo juga memberikan santunan kepada ketiga korban tersebut. Ia menegaskan untuk masalah biaya, pemerintah akan menanggungnya.

Direktur RSUD AW Sjahranie, Rachim Dinata menyampaikan, ketiga korban sudah mengalami perbaikan kondisi.

"Alvaro semoga bisa keluar empat hari ke depan. Sekarang sudah boleh bebas makan," kata Rachim kepada Tjahjo sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id.

BACA JUGA : Pemprov Kutuk Teror Bom Samarinda

Tjahjo tidak banyak bicara. Bahkan matanya sempat terlihat berkaca-kaca saat menengok ketiga balita itu, bahkan salah satu dari mereka dibalut perban hampir di seluruh tubuhnya.

"Saya tidak menyangka bahwa sekecil itu dan lukanya sekujur tubuh. Saya tidak tega, lihat foto saja tidak tega," kata Tjahjo.

Kesedihan Tjahjo bertambah saat Rachim bercerita proses pergantian perban yang berlangsung dua hari sekali. Untuk mengganti perban, diperlukan obat bius total.

"Orang dewasa saja tidak kuat. Efek bius juga harus diperhatikan dari sisi medis," ucap Tjahjo.

Tjahjo menyakini dokter akan bekerja secara sungguh-sungguh menangani proses penyembuhan ketiga korban bom molotov. Menurut dia, rumah sakit memiliki perlengkapan yang lengkap.(kompas.com/puspen kemendagri/bnc)