Tingkatkan Kunjungan Wisata

SAMARINDA – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kaltim sejak Januari-September 2016 sebanyak 9.028 kunjungan. Data tersebut sesuai arsip Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim. Meski jumlahnya tiap bulan berbeda, dengan frekuensi naik dan turun hal itu perlu terus didorong agar meningkat setiap tahunnya.

Hal itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Kaltim, Ismail. Dia mengapresiasi upaya Dinas Pariwisata Kaltim melalui program kerjanya, namun dukungan infrastruktur memadai dan mudah diakses menjadi modal penting.

"Seperti perbaikan jalan misalnya. Di daerah pariwisata dinilai perlu dilakukan untuk menunjang pengembangan pariwisata di Kaltim. Mengingat potensi wisata alam di wilayah pedalaman kita kurang tersentuh, akibat kendala akses jalan yang tak memungkinkan bagi wisatawan," kata Ismail sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi dprd-kaltimprov.go.id.

Diungkapkan Ismail, program pengembangan infrastrukur tersebut seperti jalan, jembatan maupun sarana transportasi. Hal itu yang selama ini belum terpenuhi. Menurutnya keluhan soal ini juga selalu ia temui saat masa reses atau jaring aspirasi.

"Nanti jika bisa dilakukan secara bertahap baik itu akses jalan maupun penyediaan sarana transportasi, tentu pengembangan wisata akan berdampak positif pada sektor lain. Seperti ekonomi dan penyerapan tenaga kerja," sebutnya.

Hal itu juga bisa menjadi kesempatan warga sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan dan kreatifitas melalui usaha yang bisa dibangun. Besar harapan masyarakat kepada Pemprov Kaltim untuk memperhatikan potensi wisata Kaltim.

Koordinasi antar daerah dalam bidang pengembangan pariwisata melalui pembukaan akses jalan dari dan menuju tempat wisata juga dinilai perlu dilakukan untuk memudahkan sinkronisasi pengembangan wisata antar daerah.

“Dengan koordinasi yang baik, maka tak sulit bagi kita untuk saling mendukung wisata kita yang menjajikan,” imbuhnya.

Namun Ismail menyadari keterbatasan dana yang dibutuhkan, apalagi saat ini Kaltim sedang mengalami kesulitan keuangan akibat defisit anggaran. Sehingga, agar pengembangan bisa terus berjalan, harus terus dilakukan meski secara bertahap.

”Lakukan secara bertahap, jika tahapannya serius dilakukan dan orientasi ekpose wisata lebih agresif, maka peluang peningkatan jumlah kunjungan wisata akan lebih baik," paparnya.(hms5/bnc)