Teror Bom Sengkotek Tidak Pengaruhi Keamanan Kaltim

SAMARINDA – Teror bom di Gereja Oikumene Kelurahan Sengkotek Kecamatan Samarinda Seberang, Minggu (13/11/2016) lalu, tidak mempengaruhi keamanan Kaltim, khususnya di Kota Samarinda. Penegasan itu, disampaikan Sekprov Kaltim, Rusmadi, terkait dengan teror yang menimbulkan satu korban jiwa itu.

Menurutnya, warga Kaltim mampu menyikapi peristiwa itu dengan bijaksana, karena hal itu dianggap sebagai bentuk tindak kiriminal yang harus dihadapi bersama, seiring dengan kesigapan aparat keamanan di daerah ini.

“Jajaran Polda Kaltim yang didukung Kodam VI Mulawarman, terus bekerja dengan memeriksa tersangka dan sejumlah saksi untuk mengupas tuntas jaringan teroris tersebut, sehingga dapat memberikan rasa aman kepada warga Kaltim,” ujar Rusmadi sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

BACA JUGA : Terima Kunjungan Ephorus HKBP, Wagub Kaltim : Semua Sepakat Teror Bom Tindakan Terkutuk

Peristiwa di Sengkotek Samarinda Seberang adalah musibah dan tidak ada kaitannya dengan masalah Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), karena itu diharapkan kepada seluruh masyarakat Kaltim dan khususnya Samarinda tetap tenang dan terus menjaga suasana kondisif.

"Mari kita hadapi teror ini dengan tegas dan terus menjaga persatuan, kesatuan serta kewasapadaan, sehingga peritiwa ini tidak terulang. Saya percaya dengan kesigapan aparat keamanan dan dukungan seluruh warga Kaltim. Kondusifitas daerah akan tetap terjaga,” tegasnya.(mar/es/humasprov/bnc)