Pemprov Kutuk Teror Bom Samarinda

 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim mengucapkan bela sungkawa sangat mendalam kepada keluarga korban teror bom Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda baik yang meninggal maupun luka-luka dan kini dirawat di RSUD AWS. Pernyataan ini disampaikan Wakil Gubernur Kaltim, M Mukmin Faisyal HP saat mengunjungi korban teror bom di RSUD AWS, Senin (14/11/2016).

Mukmin menegaskan, Pemprov Kaltim mengutuk keras pelaku bom dan jaringannya dan berharap aparat hukum dapat menindak tegas dan memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan pelaku.

BACA JUGA : Kasus Bom di Samarinda, Presiden : Usut Secara Tuntas

“Peristiwa ini jangan sampai terjadi lagi. Pemprov Kaltim mengutuk keras tindakan pelaku dan berharap pihak penegak hukum dapat memberikan hukuman yang berat atas tindakan ini. Apalagi sudah ada korban yang meninggal,” katanya didampingi Asisten Kesejahteraan Rakyat, Bere Ali dan Direktur RSUD AWS, Rachim Dinata Marsidi sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Penegasan ini disampaikan Mukmin karena korban bom adalah anak-anak yang usianya antara 2-4 tahun. Mukmin secara pribadi prihatin atas peristiwa tersebut, apalagi setelah melihat kondisi anak yang dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit dan Pediatric Intensive Care Unit (NICU/PICU) RSUD AWS.

BACA JUGA : Terkait Ledakan Bom Samarinda, Mendagri Minta Pemda Berkoordinasi

Korban yang meninggal maupun masih dirawat ditanggung Pemprov Kaltim, baik biaya perawatan hingga rawat inap. Termasuk pemerintah daerah memberikan santunan kepada keluarga korban.

“Sebagai bentuk perhatian pemerintah, maka seluruh korban biaya perawatan di RSUD AWS ditanggung pemerintah dan mereka kami beri santunan,” jelasnya.(jay/sul/es/bnc)