Tersisa 4,7 Persen Belum Rekam E-KTP, Mendagri Imbau Masyarakat Proaktif

 

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk segera dan proaktif merekam data E-KTP. Tjahjo mengungkapkan, saat ini tersisa sebanyak 4,7 persen masyarakat belum merekam data E-KTP tersebut. Pemerintah di daerah sebelumnya telah melakukan jemput bola sedangkan di kota-kota besar, Tjahjo meminta masyarakat untuk lebih proaktif.

BACA JUGA : November Blanko E-KTP Sudah Tersedia

“Bagi penduduk yang berada di daerah terpencil, memang pemda sudah melakukan jemput bola, namun di kota-kota besar seperti DKI Jakarta hendaknya masyarakat proaktif merekam,” pinta Tjahjo sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargetkan perekaman data E-KTP di Indonesia selesai pada pertengahan tahun 2017. Untuk itu, Tjahjo menekankan kembali kepada masyarakat soal informasi apakah ada perpindahan alamat dan pergantian atau perubahan status dari penduduk.

BACA JUGA : Kemendagri MoU Dengan KPU Pemanfaatan NIK dan E-KTP

"Minimal kita ingin menekankan kembali apakah penduduk masih berdomisili tetap atau sudah pindah, statusnya bujangan hingga menikah atau belum, masih hidup atau sudah meninggal,” kata Tjahjo.

Saat ini, lanjut Tjahjo, Kemendagri fokus pada 101 daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak tahun 2017. Ia menargetkan pelaksanaan tersebut dalam kurun waktu 2 bulan.

"Ini 2 bulan kita fokuskan ke 101 daerah yang akan pilkada. Mudah-mudahan dia bisa mendaftar dulu, kalau belum dapat E-KTP ya dia dapat surat keterangannya dulu," tuturnya.(Humas Puspen Kemendagri/bnc)