Bupati/Walikota Harus Dukung Pengembangan Tanaman Jabon

 

SAMARINDA – Pohon atau tanaman jabon (anthocephalus cadamba) sangat cocok untuk dikembangkan di Kaltim serta potensial dijadikan investasi jangka menengah. Pasalnya, jabon merupakan pohon dengan tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, hanya dibutuhkan 4-5 tahun saja untuk menghasilkan bahan kayu. Bahkan harga kayu jabon terbilang tinggi, karena hampir 100 persen dari bagian pohonnya bisa dimanfaatkan oleh industri.

Karenanya, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengimbau para kepala daerah baik bupati maupun walikota agar tidak ragu-ragu mengembangkan tanaman jabon tersebut. Imbauan itu disampaikan Gubernur pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kelitbangan Kaltim Tahun 2016 di Pendopo Lamin Etam, Rabu (2/11/2016).

“Saya minta para bupati maupun walikota kembangkan tanaman jabon untuk kesejahteraan masyarakat di Kaltim,” katanya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Menurut Gubernur, melihat kondisi serta potensi lahan, maka jabon dipilihkan sebagai salah satu komoditi yang patut dikembangkan diperhutanan sosial di wilayah Kaltim. Tindak lanjut komitmen pengembangan tanaman jabon diperhutanan sosial segera dibentuk 21 KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) yang tersebar di kabupaten dan kota.

“KPH adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukan yang dapat dikelola secara efisien dan lestari,” jelasnya.

Selain itu, sesuai data yang terdapat dalam RTRW provinsi, ada sekitar 7 juta hektar lahan kritis dan potensial dikembangkan tanaman jabon.

“Saya mohon kepala daerah mampu memanfaatkan lahan-lahan kritis untuk tanaman Jabon. Bagi perusahaan hutan tanaman industri yang tidak mendukung, maka jangan berharap izinnya saya perpanjang,” tegas Awang Faroek.(yans/sul/humasprov/bnc)