RTRWP Signal Kebun Sawit Jalan Terus, Termasuk di Berau

SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menempatkan urusan pembangunan perkebunan menjadi tulang punggung dan sektor utama upaya transformasi ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) terbarukan melalui peningkatan daya saing dan nilai tambah produk perkebunan.

BACA JUGA : Tolak Sawit dan Semen Di Biduk-Biduk, AMPK Demo Ke Kantor Gubernur

Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim, Meiliana mengatakan, komoditi kelapa sawit merupakan komoditi unggulan yang diharapkan berperan untuk menggerakan ekonomi Kaltim di masa mendatang untuk menggantikan peranan minyak dan gas serta batubara yang lambat laun akan menipis dan habis.

BACA JUGARusianto : Aneh, Izin Sawit dan Semen Cepat Keluar, Izin Galian C Tak Direspon Pemprov

"Salah satu program prioritas Gubernur Kaltim adalah program sejuta hektar kelapa sawit. Program ini dapat terealisir sesuai target," katanya saat mewakili Gubernur Kaltim pada rapat paripurna ke-27 DPRD Kaltim, tanggapan pemerintah daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim terhadap rancangan peraturan daerah provinsi Kaltim tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah provinsi Kaltim sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Meiliana mengatakan, keberhasilan program sejuta hektar kelapa sawit di Kaltim antara lain karena adanya dukungan sinergitas kelembagaan organisasi perangkat daerah yang ada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

BACA JUGA : Soal Izin Sawit dan Semen Di Biduk-Biduk, Ini Kata Kepala BPPMD Kaltim

Dalam RPJMD Kaltim telah dituangkan sasaran program sejuta hektar tahap kedua yang ingin diwujudkan pada tahun 2018. Keberhasilan program ini diyakini  akan membawa ekonomi Kaltim semakin kuat, stabil dan berkeadilan menuju ekonomi hijau. Sasaran luas areal dan produksi kelapa sawit yang ingin dicapai pada tahun 2018 adalah dua juta hektare dengan produksi 18 juta ton tandan buah segar (TBS).

Disamping kelapa sawit, komoditi unggulan perkebunan lainnya yang mempunyai potensi dan prospek yang sangat baik untuk ditumbuhkembangkan di Kaltim adalah karet, kakao, lada, kelapa dan aneka tanaman perkebunan lainnya baik sebagai sumber bahan pangan maupun untuk energi baru terbarukan.

BACA JUGA : Soal Izin Sawit 17 Ribu Hektar Di Biduk-Biduk, Ini Kata Pemprov Kaltim

"Dalam RTRW Provinsi Kaltim 2016-2036 peruntukan dan pemanfaatan lahan lebih banyak untuk sub sektor perkebunan lebih kurang 3,267 juta hektar. Di Kaltim yang mempunyai potensi perkebunan terbesar adalah Kabupaten Kutai Timur Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Berau dan Kabupaten Mahakam Ulu," kata Mailiana.(mar/sul/humasprov/bnc)