Gubernur : Pemprov Percepat Izin Pabrik Semen Bosowa di Biduk-Biduk

 

SAMARINDA – PT Semen Bosowa Berau (SBB) berencana membangun pabrik semen di Desa Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau, Kaltim dengan nilai investasi mencapai Rp5,1 triliun.

Rencana pembangunan tersebut disampaikan PT SBB saat presentase di hadapan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak di Kantor Gubenur Kaltim, Rabu (19/10/2016) kemarin.

Keinginan PT SBB ini pun disambut baik Gubernur. Investasi ini dinilai cukup prospektif karena kebutuhan semen di Kaltim masih sangat tinggi dan Kaltim masih kekurangan sekitar 1,7 juta ton per tahun.

"Kebutuhan semen kita selalu defisit 1,7 juta ton pertahunnya. Kita belum bisa memenuhinya karena semen yang berasal dari sejumlah perusahaan semen seperti Bosowa, Gresik dan Semen Padang serta perusahaan semen lainnya masih belum mencukupi. Bahkan, untuk kebutuhan semen kita saja perlu impor dari luar negeri," kata Awang sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Apalagi, lanjut Awang, dengan adanya sejumlah kegiatan pekerjaan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, kereta api, pelabuhan dan kawasan industri juga sudah bisa dipastikan membutuhkan semen yang cukup besar.

"Karena itu, rencana pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Bosowa Berau ini sangat perlu didukung. Pemprov Kaltim akan berupaya membantu percepatan perizinan yang memang menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim," katanya.

BACA JUGA : Sawit dan Semen di Biduk-Biduk, Jatam dan Anggota DPRD Kaltim Serukan Perlawanan

Mengenai bahan baku semen karena berdekatan dengan kawasan karst yang terdapat di Biduk-Biduk, Gubernur menegaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, tidak ada permasalahan dengan karst yang ada dilokasi rencana pembangunan pabrik semen tersebut.

"Karst itu ada yang dilindungi dan boleh dibudidayakan. Kalau yang dilindungi, itu pasti tidak boleh. Saat ini, perusahaan sudah melakukan kajian awal dan tentunya kita akan tindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Yang jelas, kita akan melihat bagaimana hasil studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan terlebih dahulu. Kita berharap, 2017 sudah bisa dimulai pembangunannya," katanya.

Sementara itu, Direktur Investasi PT SBB, Dahlan Alif Nurdin memaparkan, rencana pembangunan pabrik di Kabupaten Berau tersebut berada di areal yang memiliki luasan lahan sekitar 5.000 hektar dengan status lahan merupakan hutan produksi dengan status bekas areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Area Penggunaan Lain (APL).

"Dilokasi tersebut, kami berencana akan membangun pabrik semen dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun. Dengan kapasitas sebesar itu, selain untuk kebutuhan Kaltim juga bisa dikirim keluar Kaltim seperti Kaltara, Kalsel, Sulut dan Maluku Utara. Bahkan, bisa diekspor keluar negeri, yakni ke Brunei Darussalam dan Filipina," katanya.(rus/sul/es/humasprov/bnc)