PHK Tambang Tinggi, Kaltim Optimis Kekurangan Petani Bisa Diatasi

 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim optimis permasalahan minimnya petani akan segera teratasi, seiring beralihnya sejumlah warga yang menggeluti usaha pertanian menyusul tingginya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada sektor pertambangan.

"Selama ini petani Kaltim sangat minim karena, sebagian warga lebih memilih bekerja diusaha pertambangan. Namun, belakangan sejumlah perusahaan tambang banyak yang tutup mengakibatkan PHK. Sehingga sejumlah warga yang semula bertani kembali usaha pertanian," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispertan) Provinsi Kaltim, Ibrahim sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

BACA JUGA : Pemprov Kaltim Berjuang Tekan Angka Pengangguran

Ibrahim menyebutkan, ketersediaan petani untuk menggarap lahan 200 ribu hektar di Kaltim hanya 160 ribu petani.

"Padahal, sebelumnya jumlah petani sekitar 200 ribuan orang. Sejumlah petani itupun sudah banyak berusia tua dan anak-anaknya enggan melanjutkan profesi menjadi petani," katanya.

Mengenai kembalinya warga untuk bertani, Ibrahim menilai, faktor kesejahteraan petani mulai meningkat menyusul adanya komitmen pemerintah yang selalu menjaga harga jual produksi pangan dalam negeri.

"Karena dalam peningkatan produksi sudah ada yang menjamin pasarnya. Bayangkan saja, untuk garapan satu hektar, mampu menghasilkan 5 ton beras seharga minimal Rp12 juta untuk sekali panen. Kita berharap, petani dapat meningkatkan produksinya dan target 2018 Kaltim swasembada beras tercapai" katanya.(rus/sul/es/humasprov/bnc)