SPBU Jangan Jual BBM Jerigen dan Pengetap

 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim menegaskan agar Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kaltim untuk tidak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menggunakan jerigen apalagi mengetap menggunakan kendaraan.

Hal ini ditegaskan Wagub Kaltim, M Mukmin Faisyal HP yang menerima laporan masyarakat, karena masih adanya SPBU yang menerima pembelian BBM menggunakan jerigen.

“Surat edaran Gubernur Kaltim sebenarnya sudah disampaikan. Jika hal ini masih terjadi, maka SPBU tersebut berhak mendapatkan teguran bahkan sanksi, sehingga tidak mengulangi tindakan demikian,” kata Mukmin Faisyal di Samarinda, Kamis (13/10/2016) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Mukmin menginstruksikan agar pihak terkait, mulai Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) dan instansi terkait baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap tindakan yang dilakukan pihak SPBU yang melanggar aturan tersebut.

Menurut Mukmin, kondisi ini membuat masyarakat kecewa. Karena, dengan menerima penjualan BBM menggunakan jerigen akan menganggu kenyamanan masyarakat untuk mengisi BBM. Apalagi, masyarakat harus mengantri hingga puluhan meter.

“Jika, salah satu SPBU melakukan hal yang sama, maka SPBU lainnya akan mengikuti. Ini tidak boleh terjadi, sehingga kondusifitas masyarakat terjaga dengan baik. Jangan sampai gara-gara BBM keamanan masyarakat terganggu, lantaran adanya penjualan BBM menggunakan jerigen. Jadi, ini harus ditertibkan,” jelasnya.

Selanjutnya, Pemprov Kaltim meminta agar masyarakat dapat melaporkan dan menegur jika ada pihak SPBU yang menerima pembelian BBM menggunakan jerigen.(jay/sul/humasprov/bnc)