Kaltim Pilot Project Pengembangan Sapi Tambang

 

SAMARINDA – Kalimantan Timur oleh Kementerian Pertanian (Kementan) telah dipilih menjadi provinsi atau daerah pengembangan integrasi sapi dengan lahan eks tambang batubara.

Menurut Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kaltim, Dadang Sudarya, potensi lahan eks tambang batubara di Kaltim cukup besar sehingga membuka peluang terhadap kegiatan perekonomian. Dia mengakui hal yang sangat menggembirakan adalah masuknya pemanfaatan lahan eks pertambangan ke dalam sasaran nawacita kedaulatan pangan nasional.

“Kaltim ditunjuk Kementan sebagai pilot project pengembangan kawasan ternak sapi terintegrasi di lahan eks tambang batubara secara nasional,” kata Dadang Sudarya pada Rembuk Peternakan Kaltim 2016 di Kelompok Tani Lubuk Makmur Desa Lubuk Sawah, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kamis (6/10/2016) lalu sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Program pengembangan sapi Kaltim lanjutnya, sudah sangat sejalan dengan pembangunan peternakan nasional sesuai yang tertuang dalam nawacita Presiden Joko Widodo.

Target populasi 2 juta sapi Kaltim sangat mungkin diwujudkan dengan mengoptimalkan lahan-lahan pasca tambang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Saat ini ujarnya, sudah terealisasi sinergi dengan pihak perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan untuk memelihara sapi-sapi di kawasan pasca tambang mereka yang saat ini mencapai 4.026 ekor.

Misalnya, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 2.806 ekor masing-masing PT Jembayan Muara Bara 240 ekor, PT Multi Harapan Utama 1.696 ekor, PT Kitadin 635 ekor dan Samboja 153 ekor serta Tenggarong 31 ekor dan Kota Bangun 51 ekor.

Kabupaten Paser sekitar 340 ekor tersebar di PT Kideco Jaya Agung, PT BHP dan UPTD Petangis serta PT Delapan Paser Sejahtera.

Juga, Kabupaten Berau di PT Berau Coal sebanyak 250 ekor dan Kabupaten Kutai Barat sekitar 200 ekor khususnya di PT Gunung Bayan dan PT Turbaindo Coal.

“Selain itu, Kabupaten Kutai Timur terdapat di PT Kaltim Prima Coal sebanyak 300 ekor serta CV Puspita Juwita di Kawasan Lana Harita Samarinda sekitar 130 ekor,” sebut Dadang.

Dia berharap dan terus mendorong pihak perusahaan ikut serta dalam mewujudkan percepatan pencapaian populasi 2 juta sapi Kaltim dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan pasca tambang mereka.(yans/sul/humasprov/bnc)