Hati-Hati!!! Banyak Ditemukan Pangan Mengandung Zat Berbahaya

 

SAMARINDA – Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) melalui Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) masih banyak menemukan pangan dan produknya yang mengandung zat maupun cemaran berbahaya bagi kesehatan.

Hasil penelitian atau uji laboratorium menunjukkan pangan segar (daging, ikan dan hati ayam) termasuk produk ikan asin (teri medan) ditemukan kandungan formalin dan cemaran mikroba.

Demikian pula, produk pangan olahan seperti makan ringan yang dijual di pinggir-pinggir jalan maupun disekitaran sekolah ditemukan mengandung mikroba dan rhodamin.

Hasil uji laboratorium itu disampaikan Kepala BKPP Kaltim, Fuad Asaddin didampingi Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Erwin Dharmawan pada Apresiasi Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan di BKPP Kaltim, Kamis (29/9/2016) lalu.

Menurut dia, pihaknya secara terus menerus memberikan pembinaan sekaligus imbauan kepada pelaku usaha agar tidak mencampurkan produk pangan dengan bahan (zat) berbahaya.

“Kami masih banyak menemukan pangan segar maupun olahan yang dijual ternyata mengandung cemaran atau zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” katanya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Karenanya, BKPP melalui OKKPD terus memberikan pembinaan dan pemahaman kepada pihak produsen (penjual) pangan segar maupun olahan agar tidak melakukan perbuatan yang bisa membahayakan kesehatan bahkan nyawa konsumen.

Misalnya mencampur bahan atau zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin serta bahan berbahaya lainnya hanya untuk mengawetkan pangan ataupun makanan agar tahan lama.

“Selain ikan segar (ikan laut) juga tahu dan tempe masih mengandung pewarna dan zat berbahaya. Sementara sayuran dan buah-buahan kebanyakan mengandung residu atau cemaran pestisida maupun jenis racun tanaman lainnya,” ungkapnya.

Dia berharap pola hidup sehat perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk perilaku para pelaku usaha pangan agar tidak melakukan perbuatan yang bisa membahayakan kesehatan dan nyawa masyarakat.(yans/humasprov/bnc)