10 Juta Penduduk Belum Rekam E-KTP

 

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) mendapatkan data sebanyak 10 juta jiwa masyarakat Indonesia yang belum merekam data E-KTP.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, per 30 September ini terdapat sebanyak 5 juta perekaman baru. Menurut dia, saat ini secara perhitungan nasional perekaman data E-KTP sudah mencapai angka 92-93 persen.

“Alhamdulillah ada peningkatan signifikan. Sisa perekaman, per 30 September kemarin dapat 5 juta perekaman baru. Sekarang wajib rekam dan belum rekam, tinggal 10 juta. Ini sudah mencapai 92-93 persen secara nasional,” ungkap Zudan di Jakarta, Selasa (4/10/2016) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendagri.go.id.

Zudan menambahkan, dari yang merekam data tersebut, ada sebanyak 170 ribu yang memiliki data ganda. Sementara terkait pembatalan pemangkasan anggaran untuk kebutuhan E-KTP, saat ini Kemendagri akan memprioritaskan untuk kebutuhan pencetakan blangko sebanyak 17 juta. Sehingga kebutuhan blangko E-KTP menurut Zudan tercukupi.

“Dana Kemendagri sekarang sudah dibuka oleh Kemenkeu, kami akan gunakan buat beli blanko E-KTP sebanyak 17 juta. Cukup untuk penuhi yang 10 juta belum merekam. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” harap Zudan.

Disamping itu, terkait akte kelahiran, target nasional sebesar 77,5 persen untuk tahun ini juga sudah terpenuhi.

“Target nasional untuk Desember sudah tercapai di bulan Agustus. Tahun ini kan targetnya 77,5 persen. Itu sudah terpenuhi. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih tercapai lagi,” tutup Zudan.(Humas Puspen Kemendagri/bnc)