Dukung Program Desa Mandiri Listrik

 

SAMARINDA – Kalimantan Timur dengan segala keunggulan wilayah dan berbagai potensi alam yang tersedia sangat memungkinkan untuk dapat dikembangkan program Desa Mandiri Listrik. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak pada Seminar Nasional Kaltim Sebagai Lumbung Energi Biomassa di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Rabu (28/9/2016) lalu.

Menurutnya, bumi Benua Etam termasuk daerah tropis yang berada dikisaran garis katulistiwa, yang berarti memiliki keuntungan karena matahari bisa bersinar terik hingga 12 jam.

“Sinar atau cahaya matahari dapat dimanfaatkan sebagai energi pembangkit tenaga listrik. Biasa disebut solar cell atau listrik tenaga surya dan ini dapat dimanfaatkan untuk masyarakat di pedesaan yang tidak terjangkau jaringan listrik,” katanya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Selain itu, air sungai yang berlimpah dapat dijadikan sumber energi listrik baru terbarukan. Melalui inovasi dan alih teknologi tentunya, lanjut Awang, potensi sumber daya air selain dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian juga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau hidroelektrik. Bahkan tegas Gubernur, ada sumber energi listrik yang ramah lingkungan bersumber dari limbah kelapa sawit atau POME (palm oil mill effluent/limbah cair minyak kelapa sawit).

“Pengembangan POME untuk energi listrik sudah ada dan kegiatannya dilakukan perusahaan yang bergerak dibidang industri perkebunan kelapa sawit. Listriknya sudah bisa dimanfaatkan menerangi masyarakat di sekitar perusahaan tersebut,” jelas Awang.

Namun demikian lanjutnya, potensi yang besar didukung dengan ketersediaan sumber daya alam dan keunggulan kewilayahan ini tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan serta kerjasama yang sinergis antar pihak.

Gubernur meyakini, potensi sumber daya alam dan keunggulan kewilayahan dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan, namun tetap harus campur tangan pihak akademisi dan swasta serta masyarakat.

“Saya minta akademisi di perguruan tinggi bisa melakukan kajian dan penelitian serta penerapan ilmu dan teknologi. Menggandeng pihak swasta dalam mengoptimalkan potensi daerah guna pengembangan program Desa Mandiri Listrik,” harap Gubernur.(yans/humasprov/bnc)