Potensi Besar, Desa Diminta Gelar Pelatihan Ekonomi

 

YOGYAKARTA – Pelatihan pemberdayaan ekonomi desa menjadi penting jika melihat potensi besar yang ada di desa. Hal ini menjadi satu kekuatan desa untuk bisa mendongkrak perekonomian dan menyediakan lapangan kerja.

Demikian pesan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, saat berbincang dengan masyarakat Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman Yogyakarta, Sabtu (24/9/2016).

Menurut Eko Sandjojo, karena yang paling tahu kebutuhan desa adalah masyarakat desa sendiri, maka potensi yang ada di desa itu bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat desa dengan tidak mengabaikan potensinya.

"Karena dana desa semakin besar, meningkat menjadi 46 triliun lebih. Ini kalau dibagi-bagi setiap desa bisa mendapatkan 400 sampai 800 juta per desa. Belum lagi mendapat bagian dari provinsi dan kabupaten. Bisa lebih dari 1 miliar per desa," ungkap Eko Sandjojo sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kemendesa.go.id.

Melihat besaran nominal itu, lanjut Eko, maka jangan semua lari ke infrastruktur. Menjadi hal yang cukup penting jika diarahkan juga untuk pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

"Dana itu bisa dipakai untuk kemakmuran masyarakat desa. Kalau infrastruktur bisa kurang terus, maka jangan dipakai buat infrastruktur saja. Buat pemberdayaan masyarakat desa. Kita alokasikan buat BUMDes, simpan pinjam, penyaluran KUR, tergantung persiapan masyarakat desa," jelas Eko Sandjojo.

Oleh karena itu, menurut menteri yang suka bercanda ini, perlu dibuat pelatihan seperti administrasi, pengelolaan keuangan, manajemen BUMDes dan pelatihan lain yang mensupport pengembangan perekonomian desa.

Namun, yang lebih penting lagi, saat menjawab pertanyaan masyarakat soal pengangkatan pegawai, adalah mengajari masyarakat khususnya pemuda menjadi pengusaha. Pemuda diajari untuk mengcreate sesuatu, mengubah persoalan menjadi peluang.(kemendesa/bnc)