Jangan Tarik E-KTP Sebelum Terbit Yang Baru

 

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau agar para petugas pelayanan masyarakat di tingkat bawah seperti kelurahan/desa tak menarik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) warga lantaran perubahan data sebelum terbit E-KTP yang baru.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, selama ini ada prosedur yang salah di tingkat bawah. Hal ini perlu diluruskan agar masyarakat tak merasa dirugikan dengan prosedur tersebut.

“Jadi kalau ada warga ingin merubah data, seperti ganti status dari lajang ke menikah, atau pindah tempat tinggal, jangan E-KTP ditarik. Mereka nanti tak pegang identitas. Tapi, tarik E-KTP mereka setelah ada E-KTP yang baru sudah diterbitkan,” kata Zudan, Jum’at (23/9/2016).

Menurutnya, E-KTP baru ini harus terbit terlebih dahulu, setelah itu, warga yang mengubah statusnya dipastikan memegang E-KTP mereka terbaru, kemudian E-KTP lama mereka boleh ditarik. Bila sampai mereka tak pegang KTP-nya, justru merugikan masyarakat.

“Hal ini perlu diluruskan. Kalau ada yang menggunakan sistem seperti itu, salah. Sebab, warga nanti tidak pegang apa-apa sebagai bentuk identitas kependudukannya,” tambah dia.(Puspen Kemendagri/bnc)