Pelayanan Kesehatan di Maratua Sudah Berjalan Baik

 

SAMARINDA – Upaya penguatan pelayanan kesehatan di pulau terluar Kaltim, yakni Kecamatan Maratua telah berjalan baik. Kepala Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltim, Frederik Bid mengatakan, penguatan layanan kesehatan primer tersebut dengan adanya peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

"Untuk transportasi sudah tidak lagi menjadi kendala karena saat ini alat transportasi laut, yakni speedboat telah hilir mudik setiap hari ke Maratua. Selain itu, sejumlah pelayanan kesehatan juga telah ditunjang oleh sejumlah tenaga kesehatan," katanya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Berdasarkan catatan BPPD Kaltim, puskesmas yang ada di Maratua memiliki 35 tenaga medis dengan rincian 3 dokter umum, 13 perawat, 7 bidan, satu asisten apoteker, satu tenaga kesehatan masyarakat, satu tenaga sanitasi, satu analis kesehatan, satu ahli laboratorium medis, 5 tenaga perangkat tambahan dan dua pekarya kesehatan.

"Jumlah tersebut belum termasuk tenaga kesehatan yang tersebar di puskesmas pembantu yang berada di 3 desa, yakni Desa Payung-Payung, Bohe Silian dan Teluk Alulu," katanya.

Frederik mengakui, dalam pelayanan kesehatan di Maratua masih terdapat kendala yakni kurangnya persediaan sejumlah obat-obatan yang sangat diperlukan dalam jumlah yang tidak sedikit dengan adanya sejumlah penyakit yang dominan terjadi yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi atau darah tinggi, demam, maag, rematik, radang tenggorokan, amandel dan sejumlah penyakit lainnya.

“Penderita ISPA semakin meningkat. Begitu juga dengan sejumlah penyakit umum lainnya," katanya.(rus/sul/es/humasprov/bnc)