Daerah Unggulan Pariwisata Butuh Akses Komunikasi dan Informasi

SAMARINDA – Sebagai daerah unggulan pariwisata, Kabupaten Berau masih minim jika bicara keterbukaan informasi publik. Potensi keindahan Pulau Maratua contohnya, tak jarang membuat wisatawan terpukau.

Namun, apalah arti keindahan kekayaan alam bila tak mampu memberikan kenyamanan akibat tak adanya jaringan komunikasi, khususnya seluler di pulau tersebut.

“Selarasnya, kota pariwisata membutuhkan infrastruktur sebagai penunjang. Keterbukaan informasi publik juga sangat dibutuhkan warga untuk memperluas jaringan komunikasi,” kata Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Bontang, Kutai Timur dan Berau, Rusianto sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi dprd-kaltimprov.go.id.

Keluhan warga terkait kelemahan jaringan informasi mencuat di Kecamatan Maratua, Kampung Payung-payung dan Kampung Bohe Silian. Kebutuhan informasi pada era digitalisasi menjadi kebutuhan dasar sebagai suatu penghubung antar warga kepada kerabat yang berada di luar daerah.

Selama ini, untuk mendapatkan akses berkomunikasi, warga harus menuju dermaga di Kampung Teluk Harapan dimana terdapat menara operator seluler. Masyarakat berharap, pemerintah memberikan perhatian kepada warga.

 

Fasilitas berupa tower menara BTS operator seluler sebagai pemancar sinyal merupakan satu dari keinginan masyarakat sejak dahulu. Sayangnya, keinginan warga hingga kini belum terwujud, lantaran pemerintah beralasan masih mencari lokasi tepat untuk pembangunan tower.

“Daerah unggulan pariwisata seperti Pulau Maratua sangat membutuhkan sarana dan prasarana sebagai fasilitas keterbukaan informasi. Perhatian pemerintah untuk mewujudkan keinginan warga menjadi harapan terbesar saat ini,” kata anggota Komisi I DPRD Kaltim ini.(hms6/bnc)