Giliran Anggota DPRD Dapil I Bantu Korban Penggusuran

TANJUNG REDEB – Setelah Bupati Berau, Muharram dan Wakil Bupati, Agus Tantomo tunjukkan kepedulian terhadap korban penggusuran di Jalan Pulau Panjang, kini giliran DPRD Berau lakukan aksi serupa. Melalui Ketua DPRD, Syarifatul Sya’diah dan Ketua Komisi III, Husein Djuprie, DPRD Berau salurkan bantuan tunai saat kunjungan ke lokasi penggusuran, Jumat (1/6/2016) sekira pukul 15.00 Wita.

Kedua wakil rakyat yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) I ini menyumbangkan gaji yang diperolehnya bulan Mei 2016. Penyerahan sumbangan keduanya bersamaan dengan penyerahan bantuan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau berupa uang tunai sebesar Rp1 juta per Kepala Keluarga (KK).

Dikatakan Sari (sapaan akrab Ketua DPRD-red), kesedihan dan duka juga dirasakan pihaknya tatkala menyambangi langsung lokasi penggusuran. Untuk itu, ia bersama Husein Djuprie  berinisiatif menyumbangkan gajinya sebagai Ketua DPRD dan Ketua Komisi III kepada para warga yang membutuhkan.

Ditambahkannya, sumbangan ini merupakan bentuk kepedulian anggota DPRD Berau kepada 35 KK korban penggusuran. Ia telah merencanakan akan mengunjungi korban penggusuran tersebut sejak beberapa hari lalu. Namun, akibat kesibukan kerja sebagai anggota DPRD, dirinya beserta anggota DPRD lainnya, baru memiliki kesempatan hari ini.

"Mau bagaimana lagi, saat ini yang dapat kami lakukan adalah memberikan do’a kepada para warga agar tetap sabar dan tabah menghadapi kasus ini. Sedikit bantuan yang kami berikan untuk mereka semoga dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan yang kami berikan ini memang tidak seberapa, namun ini adalah bentuk kepedulian kami. Walaupun bantuan kami ini sedikit terlambat, karena saat eksekusi, kami sedang tidak berada ditempat Saya juga sangat terenyuh sekali menyaksikan kondisi warga saat ini," ungkapnya kepada beraunews.com.

Syarifatul kembali menyayangkan eksekusi diatas lahan seluas 1,3 hektar tersebut dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. Ia menilai cobaan yang dihadapi warga Jalan Pulau Panjang melebihi perasaan warga yang kehilangan rumahnya akibat kebakaran atau bencana alam.

“Kami secara pribadi ataupun institusi sangat sedih dan prihatin atas peristiwa ini karena menjelang puasa ramadhan dan lebaran, harus dieksekusi dan meninggalkan rumahnya. Kehilangan tanahnya, bagi kami ini juga merupakan sebuah cobaan bagi warga disini,” ucapanya seraya kembali berharap warga yang menghadapi cobaan hidup seperti ini dapat menghadapinya dengan kesabaran dan ketabahan.

Ia juga sempat melayangkan sedikit kritikan kepada BPN Berau selaku lembaga yang memiliki legalitas dalam mengeluarkan sertifikat tanah warga. Ia juga mengaku sangat menyayangkan hal itu terjadi (keberadaan sertifikat tanah warga oleh BPN-red) setelah memasuki incracht van gewijsde.

"Saya juga berharap khususnya kepada BPN agar lebih mengkaji ulang sebelum menerbitkan surat atau sertifikat tanah kepada warga, supaya hal-hal semacam ini tidak terjadi lagi. Jangan sampai ada lagi korban," pintanya.

Sementara itu, Ketua RT 27, Faidal yang mewakili masyarakat pada penyerahan bantuan itu, mengatakan sumbangan ini berasal gaji kedua wakil rakyat di DPRD Berau, yang nilainya sebesar Rp30 juta. Sumbangan ini selanjutkan, akan dibagikan kepada warga yang terdaftar.

“Ini sumbangan dari Ketua DPRD Berau atas nama Syarifatul dan atas nama Husein Djuprie. Mereka menyumbangkan gajinya untuk warga yang terkena penggusuran di Jalan Pulau Panjang. Nilai dari sumbangannya masing-masing Rp15 juta, sehingga total ada Rp30 juta. Sebentar lagi, kami akan serahkan langsung kepada warga secara merata,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih kepada kedua wakil rakyat tersebut atas sumbangan dan perhatiannya kepada warga Pulau Panjang.
 
Seperti diketahui, DPRD Berau dan Pemkab Berau telah melaksanakan rapat membahas masalah penggusuran 35 KK warga Jalan Pulau Panjang di ruang Rapat Gabungan Komisi, Kamis (2/6/2016) kemarin. Dalam rapat dibahas pula terkait solusi untuk permasalahan itu.(sai/mta)