Fraksi PPP Walk Out Dari Rapat Paripurna

TANJUNG REDEB – Rapat  Paripurna penyerahan Raperda, Senin (25/7/2016) diwarnai interupsi dari anggota DPRD. Tidak sampai disitu, paripurna ini juga diwarnai aksi walk out 2 orang anggota DPRD dari Fraksi PPP, yakni Burhan Bakran dan Sa’ga.

Burhan mempertanyakan legalitas agenda rapat hari ini. Dimana, sepengetahuannya, dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD sebelumnya, rapat itu dianggap belum memenuhi ketentuan terkait jumlah kehadiran peserta rapat yang diwajibkan hadir atau belum kuorum untuk menghasilkan sebuah keputusan.

Sejatinya paripurna ini untuk Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Berau tahun 2016-2021, Raperda Kabupaten Berau tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2015, Raperda tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Berau, Raperda tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 6/2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok, Raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan di Kabupaten Berau serta Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Berau tahun 2015.

“Ini berawal dari tugas rutin dalam mengontrol keaktifan anggota fraksi saya di rapat-rapat DPRD Berau, saya coba cek hasil Banmus rapat komisi dan tanya ke bagian absensi bahwa memang tidak kuorum karena hanya 1 yang turun (anggota fraksi PPP-red). Kemudian, ada yang ke rumah-rumah meminta tanda tangan, padahal kalau kita berbicara kehadiran maka harus kehadiran fisik dalam rapat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Burhan kembali mempertanyakan legalitas hasil keputusan rapat Banmus sebelumnya yang mengesahkan adanya agenda hari ini. Dipertegasnya, apakah rapat paripurna yang dilaksanakan mengikuti jadwal dalam Banmus atau hasil kesepakatan fraksi-fraksi dalam paripurna. Selain itu, Burhan juga ingin melihat daftar absensi hadir dalam rapat banmus yang membahas terkait dilaksanakan agenda hari ini. 

“Saya tadi setengah jam minta dan mau lihat absen itu, tapi sekarang katanya daftar absensi itu masih di rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Burhan yang mendapatkan jawaban dari Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah selaku pimpinan sidang dan dianggap belum menjawab akan hal yang dirinya pertanyakan, ia pun memutuskan walk out bersama seluruh anggota Fraksi PPP.

“Saya masih ragu, pimpinan. Saya minta maaf untuk keluar dari rapat ini dan silahkan lanjutkan. Saya mohon pak Haji (Sa’ga-red), kita fraksi PPP keluar. Saya takut ini ilegal,” pintanya.

Ditambahkan Wakil Ketua I DPRD Berau, Sa’ga yang juga mengikuti instruksi pimpinan Fraksi PPP dan keluar dari rapat mengatakan, aksi walk out yang dilakukan dirinya merupakan yang pertama kali dilakukannya selama menjadi anggota DPRD Berau.

“Mohon izin kepada pimpinan, Bupati dan Wakil Bupati karena ini instruksi dari Ketua Fraksi dan saya disini adalah perpanjang tangan dari partai dan saya diajak keluar sehingga saya mohon izin untuk keluar. Mohon maaf atas kejadian ini, ini yang pertama kali saya lakukan,” pungkasnya.(sai)