Pilkada Kaltim 2018 Terancam Sepi, Ini Kata Tim Desk Pilkada

 

TANJUNG REDEB – Momen libur panjang lebaran Idul Fitri 2018 dan libur sekolah, dikhawatirkan bisa mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Kalimantan Timur 27 Juni mendatang. Faktor rentang waktu libur mudik dan libur sekolah yang ditetapkan pemerintah dengan hari pencoblosan yang berdekatan menjadi pemicunya.

Jarak waktu yang dekat tersebut membuat kemungkinan adanya masyarakat yang masih mudik ke kampung halaman terbilang besar. Apalagi, mayoritas pemilih yang berdomisili di Kabupaten Berau adalah warga pendatang. Kondisi ini secara otomatis bakal membuat warga tak akan menggunakan hak pilihnya. Kekhawatiran inipun dibenarkan Ketua KPU Berau, Roby Maula ketika dikonfirmasi beraunews.com.

Baca Juga : Pendatang dan Libur Panjang Ancaman Sepinya Pilkada 2018?

Kekhawatiran serupapun ternyata diamini Tim Desk Pilkada Kabupaten Berau melalui Sekretaris Ahmad Ismail. Dikatakannya, kondisi ini dapat terjadi akibat dua hal, yakni kurang tepatnya perencanaan tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, dan kebijakan pemerintah pusat yang tak mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 itu sendiri, dalam artian penetapan waktu libur lebaran dan libur sekolah.

“Kemungkinan terjadinya tingkat partisipasi pemilih yang rendah pada Pilkada Kaltim ini sangat mungkin. Lebih-lebih di Berau ini, memang mayoritas pendatang seperti dari Jawa dan Sulawesi Selatan,” ujarnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Jumat (01/06/2018) malam.

“Memang kita tidak boleh menyalahkan keputusan yang telah diambil, tapi kita harus mencari solusi untuk mengatasi hal ini,” tambahnya.

Jikapun nantinya keadaan seperti ini terjadi, dalam artian banyak masyarakat yang tak memilih akibat masih berada di kampung halamannya, menurut Ismail, tak ada pihak yang dapat dipersalahkan, terlebih masyarakat. Kesalahan terletak pada keadaan yang memaksa terjadinya hal tersebut.

“Tatkala dapat momentum libur panjang lebaran idul fitri dan libur sekolah, saya yakini 3 bulan sebelumnya masyarakat sudah beli tiket untuk pulang kampung. Artinya, kita tak bisa melarang mereka untuk tak pulang kampung, sebab itu tak manusiawi untuk setahun sekali mereka bertemu keluarganya,” tutur Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau ini.

Terkait harapan KPU agar Tim Desk Pilkada mengumpulkan perusahaan-perusahaan, Ismail mengatakan, hal itu memang sudah diprogramkan pihaknya, dan akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Dimana, dalam pertemuan tersebut, pihaknya akan mengimbau agar perusahaan-perusahaan dapat mendatangkan karyawannya sebelum hari pencoblosan (27 Juni 2018-red).

“Kita harapkan sebelum tanggal 27 Juni mereka sudah kembali ke Berau untuk menggunakan hak pilihnya, karena Pilkada ini merupakan momentum yang sangat penting. Tapi, kita hanya bisa mengimbau saja. Sebab, tatkala orang sudah jauh-jauh hari merencanakan pulang kampung, tak mungkinlah kita menahan hajatan mereka,” imbuhnya.

“Selain itu, kita juga akan meminta agar pihak perusahaan dapat memfasilitasi karyawannya untuk mobilisasi memilih. Sebab, Jangan sampai karyawan atau warga malas ke TPS lantaran jarak tempat mereka dengan TPS yang jauh,” tambahnya.

Lalu bagaimana dengan target tingkat partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Berau? Ditanya seperti itu, Ismail mengatakan, meskipun berat mencapai target tersebut, namun pihaknya tetap optimisis untuk mencapai target tersebut. Pasalnya, masih ada pemilih tambahan yang akan meningkatkan tingkat partisipasi pemilih, seperti pemilih pemula maupun pemilih tambahan yang belum sempat masuk dalam Daftar Pemilih.

“Ini pekerjaan berat. Di satu sisi kita menargetkan tingkat partisipasi pemilih 77,5 persen. Di sisi lain kebijakan pemerintah tidak memihak kepada proses penyelenggaraan Pilkada Serentak itu sendiri. Tapi, kita tetap optimis saja dan berusaha semaksimal mungkin agar tingkat partisipasi pemilih bisa tercapai,” tandasnya seraya berharap agar hal seperti ini tak terjadi lagi dalam hajatan pesta demokrasi yang akan datang.(NR. Dewi/bnc)