Pendatang dan Libur Panjang Ancaman Sepinya Pilkada 2018?

 

TANJUNG REDEB – Pesta demokrasi Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) sudah di depan mata, tepatnya 27 Juni 2018 atau 27 hari lagi. Hanya saja, ancaman rendahnya tingkat partisipasi pemilih, menganga di depan mata. Pasalnya, hari pemungutan suara Pilkada Kaltim bersamaan dengan libur panjang dan libur sekolah yang ditetapkan pemerintah.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, mayoritas pemilih yang berdomisili di Kabupaten Berau adalah warga pendatang. Besar kemungkinan, warga pendatang ini akan pulang kampung, dan di hari pencoblosan, mereka banyak yang belum kembali ke Kabupaten Berau. Apalagi, hal ini sudah merupakan budaya tahunan saat hari raya idul fitri, libur sekolah maupun hari besar lainnya. Tentu saja, penyelenggara pemilu maupun pemerintah tak dapat melarangnya. Sebab, liburan merupakan hak mereka.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua KPU Berau, Roby Maula membenarkan kekhawatiran tersebut. Dikatakannya, situasi libur panjang inilah yang memang menjadi tantangan terbesar yang bakal mempengaruhi partisipasi pemilih di pilkada kali ini. Terlebih di Kabupaten Berau, yang kebanyakan merupakan warga pendatang, sehingga terancam rendah partisipasi pemilih.

“Kondisi ini memang menjadi ancaman bagi Pilkada, dan hal ini telah menjadi pembahasan dan fenomena tersendiri di KPU Kaltim. Namun, kondisi ini tak hanya terjadi di Berau, melainkan di seluruh daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Apalagi Kaltim yang pada umumnya (banyak warga pendatang-red) memang seperti itu,” bebernya kepada beraunews.com, Kamis (31/05/2018) malam.

Roby juga mengkhawatirkan atas kejadian yang menimpa Kabupaten Berau saat Pilkada Kaltim pada 2013 lalu. Saat itu, masyarakat menyalurkan hak suaranya hanya 55,81 persen atau tingkat golput mencapai 44,19 persen. Untuk menepis kekhawatiran itu, pihaknya masih mencari cara agar masyarakat yang mudik lebaran bisa tetap menggunakan hak pilihnya.

Kondisi ini, lanjut Roby, tak lantas menyurutkan semangat dan langkah pihaknya untuk terus berbuat dalam rangka menyukseskan Pilkada. Bahkan, KPU Kaltim melalui Divisi Sosialisasi, SDM dan Parmas, Moh Syamsul Hadi telah meluncurkan strategi, yang salah satunya peningkatan partisipasi pemilih berbasis keluarga.

“Kami terus berupaya agar Kabupaten Berau tidak kembali banyak golput. Jadi jangan heran, ketika nanti kami ada di acara arisan, kegiatan-kegiatan di tingkat RT maupun di tingkat sekolah. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” tuturnya.

Dengan segala strategi dan program yang dilakukan KPU, apakah ada jaminan warga pendatang yang pulang kampung, kembali hanya untuk mencoblos? Ditanya seperti itu, Roby mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kekhawatiran ini kepada Tim Desk Pilkada, dengan harapan Kepala Daerah dan Tim Desk Pilkada, bisa bersurat kepada perusahaan-perusahaan, agar di hari pencoblosan 27 Juni itu, karyawannya yang memiliki kewajiban untuk memilih, ditegaskan agar berada di Berau.

“Informasinya Tim Desk Pilkada, akan mengumpulkan perusahaan-perusahaan yang ada. Kami masih menunggu juga ini. Kami harap, kesuksesan pilkada ini, menjadi perhatian dan kewajiban kita bersama-sama, baik penyelenggara pemilu, Tim Desk Pilkada, Pemerintah Daerah hingga pihak perusahaan,” tandasnya seraya berharap agar kesadaran masyarakat Kabupaten Berau dalam pesta demokrasi dapat meningkat demi kelancaran dan kebaikan bersama.(NR. Dewi/bnc)