Algaka Pilkada Kaltim 2018 Banyak Tumbang, Ini Kata KPU Berau

 

TANJUNG REDEB – Pembuatan dan pemasangan Alat Peraga Kampanye (Algaka) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), seluruhnya difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum. Namun demikian, seluruh pasangan calon masih dapat menambahkan algaka maksimal sebanyak 150 persen dari jumlah yang telah ditentukan Pasal 28 Ayat 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4/2017.

Guna menjalankan amanah PKPU tersebut, KPU Kaltim pun memfasilitasi pembuatan dan pemasangan algaka untuk keempat pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Kaltim 2018. Bahkan, distribusi algaka telah dilakukan di 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur.

Khusus Kabupaten Berau sendiri, jumlah algaka yang diterima KPU Berau dari KPU Kaltim yang kemudian diserahterimakan kepada masing-masing tim kampanye pasangan calon, seluruhnya sesuai dengan ketentuan PKPU yang dimaksud, yakni baliho sebanyak 5 buah, umbul-umbul sebanyak 20 buah untuk setiap kecamatan serta spanduk sebanyak 2 buah untuk setiap kelurahan dan kampung.

Namun demikian, akibat kurang bersahabatnya cuaca di Kabupaten Berau dalam beberapa pekan terakhir, algaka tersebut mengalami banyak kerusakan dan menjadi viral di media sosial. Lalu pihak manakan yang bertanggung jawab memperbaiki kerusakan algaka tersebut? Dikonfirmasi beraunews.com terkait hal ini, Selasa (10/04/2018), Ketua KPU Berau, Roby Maula mengatakan, perawatan, pemeliharaan dan pembersihan atau penurunan algaka yang telah diserahkan KPU kepada tim kampanye pasangan calon menjadi tanggung jawab sepenuhnya pasangan calon dan atau tim kampanyenya.

“Hal itu sudah diatur secara jelas dalam Pasal 30 Ayat 4 PKPU Nomor 4/2017. Namun demikian, meski menjadi kewenangan masing-masing tim kampanyepasangancalon, kami tidak serta merta membiarkan keadaan tersebut. Secara moral, kami juga turut membantu perbaikan alat peraga kampanye yang mengalami kerusakan“ jelasnya.

 

Dalam memperbaiki algaka tersebut, dikatakan roby, pihaknya dengan sengaja bekerja sama dengan organisasi kemahasiswaan, dengan tujuan menularkan semangat kepada mereka dan masyarakat, bahwa algaka bukan hanya milik pasangan calon, melainkan milik masyarakat.

“Algaka tersebut sesungguhnya milik kita bersama, sebab pembuatan dan pemasangannya menggunakan dana APBD Kaltim” ujarnya.

Terkait penyebab rusaknya algaka yang menurut beberapa pihak lantaran konstruksinya tak sesuai, Roby mengatakan, pihaknya dalam bekerja selalu berdasarkan aturan, termasuk dalam hal teknis pemasangan algaka.

“Teknis pemasangan dan penggunaan material algaka, KPU Berau hanyalah mendistribusikannya kepada PPK (panitia Pemilihan Kecamatan-red) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara-red)” tandasnya.(NR Dewi/bnc)