Algaka Paslon Gubernur dan Wagub Dinilai Curi Start

 

TANJUNG REDEB – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2018 menjadi topik yang hangat dibicarakan. Tak sedikit alat peraga kampanye (algaka) berupa spanduk, baliho, dan banner bakal pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur terpasang di seluruh sudut kota.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Berau, Nadirah menilai, pemasangan algaka sebelum jadwal kampanye, merupakan curi start kampanye. Pasalnya, berdasarkan jadwal yang telah diatur dalam PKPU Nomor 5/2018, kampanye calon gubernur dan wakil gubernur dilakukan pada tanggal 15 Februari 2018 sampai dengan 23 Juni 2018. Meskipun begitu, Nadira mengatakan, pihaknya belum memiliki kewenangan untuk melarang maupun menertibkan algaka tersebut sebelum tiba masa kampanye.

“Untuk saat ini penertiban algaka masih menjadi kewenangan pemerintah daerah. Panwaslu berwenang mengawasi dan menertibkan setelah tiga hari dari penetapan calon atau saat dimulainya kampanye, yakni 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018,” tuturnya saat ditemui beraunews.com, Sabtu (03/02/2018).

 

Berkaitan dengan penertiban alkaga tersebut, Nadirah mengatakan, pihaknya telah mengadakan rapat pada Rabu (31/01/2018) terkait surat dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengimbau kepala daerah agar segera menertibkan algaka yang terpasang sebelum masuk masa kampanye.

Bahkan, lanjut Nadirah, bersamaan dengan imbauan tersebut, juga telah turun Surat Edaran Gubernur Kaltim Nomor 100/416/B.PPOD.III tertanggal 31 Januari 2018 yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota se-Kaltim terkait penertiban spanduk/baliho Pemilukada 2018.

“Artinya sudah turun perintah dari Gubernur untuk memerintahkan kepada stakeholder, dalam hal ini Satpol PP untuk segera membersihkan algaka yang ada. Sekali lagi, kewenangan kami (Panwaslu-red) mnertibkan algaka, jika mereka ditetapkan sebagai pasangan calon,” tandasnya.(hnf/bnc)