KPU Berau Belum Bisa Patok Target Jumlah Peserta Lolos Seleksi Tertulis, Ini Penyebabnya

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau telah selesai menggelar seleksi tes tertulis bagi 153 calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Berau untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018. Lalu berapakah yang akan diloloskan KPU Berau untuk mengikuti seleksi wawancara? 

Ditanya seperti itu, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Berau, Rita Noratni mengatakan, terkait jumlah calon PPK yang akan diloloskan melalui seleksi tertulis ini, pihaknya belum bisa menginformasikan hal tersebut. Pasalnya, komposisi calon anggota PPK di 13 kecamatan yang ada, belumlah ideal.

Maksud ideal tersebut, dikatakan Rita, jumlah calon peserta yang bakal mengikuti seleksi wawancara sebanyak 2 kali lipat dari 5 orang anggota PPK yang dicari atau 10 orang untuk setiap kecamatan. Hal tersebut, dalam rangka mengantisipasi terjadinya Pergantian Antar Waktu (PAW) PPK itu sendiri.

“Namun dari komposisi calon PPK yang lolos seleksi administrasi, ada 2 kecamatan yang pesertanya di bawah 10 orang, yakni Kecamatan Pulau Derawan (8 orang) dan Kecamatan Maratua (9 orang). Sementara Kecamatan Sambaliung, Gunung Tabur dan Biduk-Biduk yang lolos seleksi administrasi pas 10 orang,” bebernya kepada beraunews.com, Selasa (31/10/2017).

 

“Kami sudah berusaha sekuat tenaga, semampu kami untuk mensosialisasikan merekrut PPK di kecamatan, namun itulah jumlah peserta yang berhasil lolos seleksi administrasi. Kesulitan calon peserta itu, terkait ijazah dan syarat belum menjabat 2 kali sebagai anggota PPK maupun PPS,” tambahnya.

BACA JUGA : 153 Calon PPK Berau Ikuti Tes Tertulis, 13 Absen

Artinya, lanjut Rita, dalam menentukan jumlah calon anggota PPK yang mengikuti seleksi wawancara atau yang lolos seleksi tes tertulis, KPU Berau lebih melihat kepada komposisi kecamatan. Namun demikian, pihaknya memastikan akan mencari calon yang benar-benar layak.  

“Jika komposisi kecamatannya lebih dari 10, otomatis kita saring menjadi 10 untuk ikuti tes wawancara. Untuk kecamatan yang calon PPK-nya 10 atau di bawah 10, akan kita lihat terlebih dahulu hasil tes tertulisnya, jika nilainya benar-benar kurang, kami tetap tidak akan meloloskannya. Dengan demikian, saat tes wawancara nanti, kemungkinan besar jumlah calon yang akan mengikuti tidak akan berimbang,” tandasnya.(bnc)